Kereta Penumpang Ukraina Dihantam Drone Rusia, Zelensky Kecam Aksi Terorisme

mediaindonesia.com
9 jam lalu
Cover Berita

PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam keras serangan drone Rusia yang menyasar sebuah kereta api berpenumpang di wilayah Kharkiv, Selasa waktu setempat. Insiden mematikan ini dilaporkan menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai belasan lainnya, di tengah intensitas serangan Rusia yang terus meningkat terhadap infrastruktur sipil.

Zelensky mengungkapkan saat serangan terjadi, kereta tersebut membawa lebih dari 200 penumpang. Selain korban tewas, empat orang lainnya dinyatakan hilang setelah salah satu gerbong hancur total akibat hantaman langsung.

Target Sipil Tanpa Justifikasi Militer

Kantor Jaksa Regional Kharkiv menjelaskan kereta tersebut tengah menempuh perjalanan dari kota Chop di perbatasan barat menuju Barvinkove. Serangan terjadi di dekat desa Yazykove, di mana satu drone menghantam gerbong secara langsung sementara dua drone lainnya meledak di sekitar rangkaian kereta.

Baca juga : Kisah Heroik di Kharkiv: Mayor Ukraina Selamatkan Anak-Anak dari Serangan Drone Rusia

Melalui unggahan di media sosial, Presiden Zelensky menegaskan tindakan tersebut tidak memiliki dasar militer sama sekali.

"Di negara mana pun, serangan drone terhadap kereta api sipil akan dianggap dengan cara yang sama, murni sebagai terorisme," tegas Zelensky. Ia menambahkan bahwa terdapat 18 orang di dalam gerbong yang terkena hantaman tersebut.

Jalur kereta ini merupakan rute vital yang digunakan oleh penduduk lokal serta tentara yang sedang dalam masa cuti. Rekaman dari layanan darurat menunjukkan pemandangan tragis gerbong yang hangus terbakar dan hancur berkeping-keping.

Baca juga : Zelensky Bantah Tuduhan Rusia Terkait Serangan Drone ke Kediaman Putin

Odesa Turut Menjadi Sasaran

Selain di Kharkiv, serangan udara Rusia juga mengguncang kota pelabuhan Odesa dalam semalam. Pejabat militer setempat, Serhiy Lysak, melaporkan Rusia meluncurkan lebih dari 50 drone yang menargetkan infrastruktur energi dan kawasan pemukiman.

Serangan di Odesa tersebut menewaskan tiga orang dan melukai 25 lainnya. Beberapa lantai di satu gedung apartemen dilaporkan runtuh, sementara sejumlah bangunan lainnya mengalami kerusakan parah.

Agresi di Tengah Jalur Diplomasi

Meningkatnya serangan drone dan rudal ini terjadi saat Ukraina menghadapi musim dingin yang sangat berat akibat krisis energi. Moskow terus menargetkan jaringan transportasi dan listrik, yang menyebabkan jutaan warga kehilangan akses terhadap pemanas, listrik, dan air bersih.

Ironisnya, serangan harian ini terus berlanjut meskipun pembicaraan damai antara Ukraina dan Rusia baru saja digelar pekan lalu di Uni Emirat Arab. Meskipun negosiasi yang melibatkan mediator Amerika Serikat tersebut dinilai konstruktif, isu-isu teritorial utama masih belum menemui titik terang. Pertemuan lanjutan dijadwalkan akan kembali digelar pada akhir pekan ini. (BBC/Z-2)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ipda Purnomo Polisi Baik: Peran Keluarga Kunci Rawat ODGJ
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Cek Fakta: Benarkah Prabowo Dukung Israel dan Abaikan Keamanan Palestina?
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Kriminal kemarin, pedagang es dianiaya hingga Rocky Gerung diperiksa
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Menkeu Purbaya Sebut Kondisi Ekonomi Global Nggak Jelek-jelek Amat: Inflasi Kita Rendah
• 3 jam laludisway.id
thumb
Sindikat Love Scamming di Kemayoran Jakbar Dibongkar Imigrasi, 5 WNA Diciduk
• 17 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.