China kembali memberikan kritikan pedas terkait ucapan dari Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi. Hal ini menyusul isu pengerahan militer jika terjadi serangan terhadap Taiwan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun menegaskan bahwa negara itu tidak memiliki hak apa pun untuk mengomentari isu Taiwan. Tokyo menurutnya harus berhenti memicu ketegangan terkait Taiwan.
Baca Juga: Rencana Terbitkan Lisensi Ekspor, Baja dari China Akan Lebih Murah dan Berkualitas?
“Langkah-langkah tersebut telah secara serius merusak perdamaian dan stabilitas kawasan, serta melemahkan fondasi politik hubungan China-Jepang,” kata Guo, dilansir dari Xinhua, Rabu (28/1).
Taiwan menurutnya digunakan sebagai dalih untuk mendorong remiliterisasi dan menantang tatanan internasional pascaperang. Ia juga menyerukan agar komunitas internasional tetap waspada dan dengan tegas menentang tindakan yang dapat memperkeruh situasi di Asia.
“Jepang sama sekali tidak memiliki hak untuk berkomentar tentang isu Taiwan China,” tegasnya.
China kembali mendesak tetangganya itu untuk mematuhi semangat empat dokumen politik China–Jepang. Ia juga meminta negara itu menghormati komitmen yang telah dibuatnya sendiri, melakukan refleksi serta koreksi atas kesalahan dan menghentikan manipulasi serta provokasi terkait isu Taiwan.
Baca Juga: Bursa Asia Menguat, Saham Jepang Naik Usai Suku Bunga Ditahan BOJ
Sebelumnya, Takaichi mengatakan bahwa pihaknya dapat mengambil tindakan terkoordinasi untuk mengevakuasi warga negaranya jika terjadi kontingensi di Taiwan. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan meninggalkan sekutunya dalam situasi tersebut.


