Andalkan Segmen Middle-Up, BELL Pasang Target Pertumbuhan 8 Persen di 2026

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

Perseroan optimistis target tersebut dapat dicapai dengan menjaga keunggulan produk serta kemampuan memenuhi pesanan khusus.

Andalkan Segmen Middle-Up, BELL Pasang Target Pertumbuhan 8 Persen di 2026 (Foto: dok BELL)

IDXChannel - PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) membidik target pertumbuhan kinerja sebesar 8 persen pada 2026. 

Perseroan optimistis target tersebut dapat dicapai dengan menjaga keunggulan produk dengan karakter unik (uniqueness) serta kemampuan memenuhi pesanan khusus (customized order).

Baca Juga:
Ring Bell, IHSG Terkena Profit Taking usai Sentuh ATH

"Fleksibilitas dalam pemenuhan pesanan akan membuat produk BELL tetap relevan dan memiliki daya saing, baik di pasar domestik maupun internasional," kata manajemen BELL dalam menjawab pertanyaan Bursa Efek Indonesia di keterbukaan informasi pada Selasa (27/1/2026).

Selain itu, kekuatan merek Bellini dan Caterina yang telah lama dikenal pasar menjadi modal penting bagi perseroan untuk mempertahankan loyalitas pelanggan di tengah persaingan yang kian ketat.

Baca Juga:
Industri Tekstil Dapat Dana Segar, Saham BELL hingga ESTI Kompak Terbang

Perseroan mengakui tekanan persaingan semakin intens, terutama akibat maraknya produk impor ilegal berharga murah yang membanjiri pasar domestik. 

Namun, BELL menyebut dampaknya relatif terbatas terhadap kinerja perseroan, mengingat target pasar perusahaan berada pada segmen menengah ke atas (middle-up). 

Baca Juga:
Saham BELL Bergerak di Bidang Apa? Emiten Tekstil dan Garmen, Ini Sosok Pemiliknya

"Segmen ini lebih mengutamakan kualitas, desain, dan diferensiasi produk ketimbang sekadar harga," tutur manajemen.

Dari sisi operasional, proses manufaktur masih dijalankan oleh induk usaha dengan tingkat utilisasi yang dinilai masih memiliki ruang untuk ditingkatkan pascapandemi covid-19. 

Sementara itu, penjualan kain melalui agen dan distributor dilakukan oleh entitas anak, sedangkan bisnis ritel dengan merek JOBB dan Jack Nicklaus masih disesuaikan dengan kondisi pasar yang dinamis.

Perseroan juga tengah memperkuat operasional anak usaha barunya, PT Trimas Bellindo Aparel Manufaktur, yang bergerak di bidang garmen. 

Saat ini, anak usaha tersebut berada dalam tahap penyesuaian operasional dan peningkatan stabilitas pesanan sebagai bagian dari strategi integrasi bisnis ke sektor hilir.

"Hingga saat ini tidak terdapat rencana bisnis baru di luar strategi yang telah dipaparkan," katanya.

Sementara itu, kenaikan harga saham BELL belakangan ini dipicu oleh sentimen eksternal, khususnya rencana pemerintah menyiapkan dana sekitar Rp101 triliun untuk menopang dan membangkitkan industri tekstil nasional. 

Adapun saham BELL disuspensi Bursa sebanyak dua kali pada 20 dan 22 Januari. Hingga saat ini, BELL masih dikunci untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar dalam mempertimbangkan secara matang setiap pengambilan keputusan investasinya di saham tersebut.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pelaku Industri Buka Suara soal Tantangan Global hingga AI Warnai Persaingan di 2026
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
TNI Dorong Gizi Seimbang Masyarakat Papua lewat Program Dapur Rakyat
• 18 jam laluokezone.com
thumb
Kejagung Periksa Kajari Padang Lawas hingga Kajari Magetan, Terkait Apa?
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Gubernur Kepri Ajak Generasi Muda Berperan Lawan Narkoba
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
Cek Fakta: Benarkah Prabowo Dukung Israel dan Abaikan Keamanan Palestina?
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.