Sejumlah kader NasDem pindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). PSI menilai hal ini karena efek dari Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
"Sederhananya begini: mereka bergabung ke PSI karena efek Jokowi dan keyakinan pada nilai-nilai perjuangan Pak Jokowi-politik kerja nyata, keberpihakan pada rakyat, dan pendekatan yang rasional," ujar Direktur Reformasi Birokrasi DPP PSI Ariyo Bimmo kepada wartawan, Rabu (28/1/2026).
Ariyo menyebut saat Jokowi terbuka all out memenangkan PSI, tentu menambah keyakinan bahwa PSI adalah kendaraan politik yang paling konsisten membawa nilai-nilai tersebut.
"Karena itu, bergabung ke PSI menjadi pilihan yang logis dan sah secara politik," jelas Ariyo.
"Jokowi effect," imbuhnya.
Sebelumnya, Ketua DPP PSI, Bestari Barus, menilai sejumlah kader NasDem yang berlabuh ke partainya lantaran sosok Ahmad Ali (Mad Ali). Bestari menyebut faktor itu tak bisa dimungkiri lantaran Ahmad Ali merupakan tokoh senior yang memiliki pengalaman di politik.
(isa/jbr)




