7 Fakta Nyesek Pedagang Es Gabus Johar Baru: Dituduh Jual Spon, Kini Ngaku Dianiaya Aparat

suara.com
3 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Pedagang es gabus Suderajat di Johar Baru diamankan polisi setelah dituduh menjual jajanan berbahan spon berbahaya.
  • Hasil laboratorium menegaskan es gabus Suderajat aman dikonsumsi; aparat kemudian meminta maaf atas tindakan tergesa-gesa.
  • Suderajat kini mengaku dianiaya saat pemeriksaan awal, mendorong desakan sanksi bagi oknum aparat dan pendampingan hukum.

Suara.com - Kisah pilu menimpa Suderajat, pedagang es gabus keliling di Johar Baru, Jakarta Pusat. Setelah sempat viral karena dituduh menjual es yang terbuat dari spon berbahaya, kini muncul pengakuan bahwa dirinya menjadi korban penganiayaan saat diamankan.

Kasus yang semula hanya soal misinformasi ini kini berkembang menjadi dugaan kesewenang-wenangan aparat. Publik pun dibuat geram dan menuntut keadilan bagi pedagang kecil tersebut.

Berikut adalah rangkuman fakta-fakta terbaru yang berhasil dihimpun Suara.com:

1. Pengakuan Dianiaya yang Bikin Geger

Fakta paling baru dan mengejutkan adalah pengakuan Suderajat bahwa dirinya mengalami kekerasan fisik. Pengakuan ini baru muncul setelah kasusnya viral dan berbeda dengan keterangannya saat pertama kali diperiksa di Polsek Kemayoran.

Pihak kepolisian pun langsung bergerak untuk mendalami klaim ini.

"Kami akan mengklarifikasi apakah yang disampaikan (pedagang es gabus) di media sosial itu benar adanya atau tidak," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra sebagaimana dilansir Antara.

Ia menambahkan, "Kami pun baru dapat informasi karena kemarin kita belum dapat info selama pemeriksaan di Polsek Kemayoran, Pak Suderajat tidak menyampaikan adanya informasi mendapat penganiayaan," katanya.

2. Awal Mula Dituduh Jual Es dari Spon

Baca Juga: Pengakuan Getir Pedagang Es Gabus Johar Baru: Dituduh Jual Spon, Kini Ngaku Dianiaya Aparat

Insiden ini bermula dari laporan masyarakat yang curiga dengan es gabus yang dijual Suderajat di kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat.

Warga khawatir jajanan tersebut terbuat dari bahan berbahaya seperti busa kasur atau spon cuci.

Merespons cepat laporan tersebut, Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat langsung mengamankan Suderajat beserta barang dagangannya.

3. Hasil Lab Membantah Tuduhan, Es Gabus 100 Persen Aman

Untuk membuktikan kebenaran, Polres Metro Jakarta Pusat segera mengirim sampel es gabus ke Tim Keamanan Pangan Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Polda Metro Jaya dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri.

Hasilnya tegas membantah semua tuduhan. Es gabus buatan Suderajat terbukti aman dan layak konsumsi.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Indonesia Ikut Iuran Dewan Perdamaian Bentuk Trump, Apa Tujuannya?
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Sambut Positif Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Bos BCA: Satu Harapannya
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
Camat Medan Maimun Dicopot, Diduga Pakai KKPD Rp1,2 Miliar untuk Judol dan Bayar Utang
• 22 jam lalurctiplus.com
thumb
Sah! Heru Mardiansyah Resmi jadi Dirut Bank Sumut
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Pemprov Banten Tingkatkan Surveilans Antisipasi Masuknya Virus Nipah Via Bandara Soekarno-Hatta
• 3 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.