Pemerintah Italia pada Senin (26 Januari) mengumumkan bahwa akibat hantaman Badai Harry dan cuaca ekstrem, Pulau Sisilia, Sardinia, serta wilayah Calabria di Italia selatan mengalami kerusakan besar dengan perkiraan kerugian mencapai 1,24 miliar euro. Pemerintah telah menetapkan tiga wilayah tersebut dalam status darurat dan mengalokasikan 100 juta euro sebagai dana tanggap darurat.
EtIndonesia. Badai Harry menyebabkan banjir besar dan longsor serius di Pulau Sisilia. Warga setempat mengunggah banyak rekaman di media sosial yang memperlihatkan kondisi di lokasi yang sangat mengerikan.
Menurut laporan televisi Italia SKY, longsor lereng bukit berskala besar terjadi di kota kecil Niscemi di Pulau Sisilia. Saat ini sekitar 1.500 warga telah dievakuasi. Banyak rumah warga terseret hingga berada di tepi jurang, dan sebagian besar penduduk sementara ditempatkan di gedung olahraga setempat.
“Di depan kami terdapat setidaknya empat kilometer longsoran, dan area tersebut terus melebar,” kata Wali Kota Niscemi, Massimiliano Conti.
Longsor itu juga memutus akses jalan yang menghubungkan ke jalan provinsi Gela–Catania.
Berdasarkan rekomendasi Menteri Perlindungan Sipil dan Kebijakan Kelautan Italia, Nello Musumeci, pemerintah Italia memutuskan untuk menetapkan Calabria, Pulau Sardinia, dan Pulau Sisilia dalam status darurat, dengan masa berlaku hingga 12 bulan.
Kantor Perdana Menteri Italia menyatakan bahwa untuk melaksanakan langkah tanggap awal sebelum dampak nyata bencana dievaluasi sepenuhnya, pemerintah telah mencairkan 100 juta euro dari Dana Darurat Nasional, yang akan dibagi rata kepada tiga wilayah. Para kepala daerah dari ketiga wilayah tersebut juga diundang untuk menghadiri rapat kabinet.
Partai oposisi Italia menilai dana tersebut tidak mencukupi, dan mengkritik pemerintah karena dianggap meremehkan tingkat keparahan situasi serta menunjukkan kurangnya kesungguhan dalam upaya penanggulangan bencana.
SKY melaporkan bahwa kerugian akibat badai dan cuaca ekstrem di wilayah terdampak Italia diperkirakan mencapai 1,24 miliar euro.
Dana awal sebesar 100 juta euro terutama akan digunakan untuk menutup biaya tahap awal, termasuk pembersihan puing-puing dan pemulihan layanan dasar. Setelah masing-masing wilayah menyerahkan laporan kerusakan yang lebih rinci, Departemen Perlindungan Sipil Italia baru dapat menyalurkan dana tambahan untuk proses rekonstruksi.
Sumber : NTDTV.com




