Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengungkapkan soal investasi untuk proyek peternakan ayam dari Danantara. Adapun pembangunan atau groundbreaking proyek tersebut bakal dilakukan awal tahun ini.
Sebelumnya, pemerintah memang sudah merencanakan investasi Rp 20 triliun untuk membangun peternakan ayam pedaging dan petelur terintegrasi di berbagai wilayah Indonesia.
"Itu ada anggaran khusus Rp 20 triliun. Kita akan buat seluruh Indonesia untuk menyuplai BGN. Kita menyuplai, jangan sampai telur dan ayamnya ke depan shortage atau kekurangan. Jadi kita siapkan dari sekarang,” jelas Amran.
Amran kemudian pada kesempatan berbeda menyebut proyek hilirisasi akan diresmikan dalam waktu dekat.
“Danantara (pendanaan). 28 (Januari) Insyaallah, doakan groundbreaking. 28 Januari,” kata Amran sebelumnya di Kantor Kementan, Jakarta Selatan.
Proyek peternakan yang akan dibangun, menurut Amran, berjumlah 12 unit. Nantinya, 12 unit tersebut akan berfokus untuk memproduksi pakan dan produksi Day Old Chick (DOC) atau bibit ayam petelur dan pedaging.
Amran menjelaskan, hal ini juga merupakan langkah agar harga DOC dapat terjaga. Adapun jika saat ini harga DOC Rp 14 ribu, Amran menarget harganya bisa menjadi Rp 11 ribu.
“Solusinya adalah negara akan membangun pabrik pakan dan produksi DOC. Itu negara. Doakan dalam waktu singkat. Kita bangun 12 ya. 12 unit seluruh Indonesia. Ini solusi permanen. Doakan ini tidak terjadi lagi,” ujarnya.
Amran juga pernah menyebut bahwa hasil peternakan tersebut akan disalurkan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Nantinya lokasi peternakan diprioritaskan di daerah yang masih kekurangan pasokan.
Ia juga menuturkan, program peternakan ayam ini merupakan bagian dari agenda hilirisasi pertanian dan pangan yang total investasinya mencapai Rp 371 triliun. Pemerintah menargetkan kebutuhan tambahan untuk MBG dapat terpenuhi, yakni sekitar 700 ribu ton telur dan 1,1 juta ton ayam pedaging per tahun.




