REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan kegeramannya terhadap aksi perburuan dan penembakan terhadap Macan Tutul yang terjadi di Gunung Sanggabuana, Kabupaten Karawang. Ia menilai, aksi tersebut bisa merusak keseimbangan ekosistem lingkungan.
Dalam pernyataannya yang diunggah di akun media sosial @dedimulyadiofficial, Dedi mengatakan, macan tutul yang menjadi korban perburuan itu sampai pincang kakinya. Dengan kondisi tersebut, maka hewan dilindungi itu tidak bisa lagi mencari makan.
Baca Juga
Kabut Tebal Selimuti Lokasi Pencarian Korban Longsor di Bandung Barat, 32 Jiwa Belum Ditemukan
KKP Keluarkan 33 Approval Number Baru, Ekspor Ikan ke Korsel dan Taiwan Meroket
GP Ansor: Kedudukan Polri di Bawah Presiden Sudah Konstitusional
“Dampaknya, tak lama lagi akan mengalami kematian. Itulah yang dialami oleh macan tutul di Gunung Sanggabuana,” ujar pria yang akrab disapa KDM itu, dalam videonya yang dikutp Republika, Rabu (28/1/2026).
Dalam keterangannya, KDM mengancam tidak akan membiarkan para pelakunya lolos. “Duhai para pemburu macan tutul di Gunung Sanggabuana dan dimanapun, awas loh saya tandai kalian semua,” katanya.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)