JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul kembali mengaktifkan bantuan sosial, atau bansos yang sempat dihentikan karena terindikasi digunakan untuk judi online (judol).
Ia mengatakan total ada 600 ribu yang diblokir, namun hanya beberapa yang kembali diaktifkan.
Menurutnya, pengaktifan itu dilakukan karena mereka sangat membutuhkan.
BACA JUGA:Viral WNI di Jepang Main 'Padel' di Kuburan, Langsung Dihujat Netizen: Deportasi!
BACA JUGA:Beasiswa LPDP 2026 Resmi Dibuka, Ini Jadwal Lengkap dan Cara Daftarnya
“Jadi ada beberapa yang diaktifkan kembali setelah melalui ground check bersama daerah. Dari 600 ribu itu nggak sampai 100 ribu yang diaktifkan kembali," kata Gus Ipul, Rabu, 28 Januari 2026.
“Jadi itu, itu memang ada yang diaktifkan kembali karena memang benar-benar mereka membutuhkan. Tentu dengan catatan untuk tidak mengulang lagi,” tambahnya.
Saifullah menjelaskan, pengaktifan kembali penerima bansos tersebut dilakukan setelah proses ground check bersama pemerintah daerah.
“Mungkin karena mereka enggak paham atau juga dimanfaatkan orang lain, padahal secara kriteria mereka sangat memenuhi untuk menerima bantuan sosial. Setelah dilakukan ground check dengan pemerintah daerah, itu diaktifkan kembali untuk menerima bantuan sosial,” terangnya.
Dia menegaskan bahwa data penerima bansos kini mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang ditukangi Badan Pusat Statistik (BPS).
BACA JUGA:Kantin Sekolah Bakal Ikut Pasok MBG, Nanik Sudaryati Deyang: Akan Libatkan Pengawas Gizi SPPG
BACA JUGA:Link Unduh Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Versi Kemenang RI dan Muhammadiyah
Sebanyak 600.000 KPM tersebut merupakan bagian dari 3,9 juta KPM yang tereliminasi dari daftar penerima bansos setelah pemutakhiran data.
Tak hanya judol, eliminasi dilakukan terhadap penerima bansos yang tercatat sebagai aparatur sipil negara (ASN), mengalami penyesuaian desil, hingga telah meninggal dunia.




