Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum bekerja sama dengan PT Nindya Karya mengerahkan alat berat dan personel untuk melakukan pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Pemulihan dilakukan setelah bencana banjir dan longsor berdampak pada fasilitas umum serta kawasan permukiman warga di wilayah tersebut.
Pelaksana Lapangan PT Nindya Karya Moch Wahyu Salman Alfarisi menyampaikan pihaknya telah turun langsung melakukan pemulihan di delapan titik di Kecamatan Tukka.
Pernyataan tersebut disampaikannya di Jakarta pada Rabu.
Khusus di Kecamatan Tukka, PT Nindya Karya mengerahkan 10 alat berat dan 20 dump truk untuk membersihkan material banjir dan longsor berupa kayu, pasir, dan lumpur.
Ia mengatakan program penanganan bencana dilakukan melalui tiga tahapan utama, yakni pembersihan, renovasi, dan rekonstruksi.
Fasilitas umum yang menjadi prioritas meliputi sekolah, puskesmas, kantor kecamatan, serta fasilitas publik lainnya.
Moch Wahyu Salman Alfarisi menyatakan, “Kami sudah memiliki daftar kawasan yang akan dibersihkan dan kami terus bekerja setiap harinya untuk membantu masyarakat setempat”.
Saat ini, pembersihan difokuskan di kawasan samping SD Negeri 1B Tukka yang masih terendam material banjir cukup tebal.
Untuk membersihkan kawasan tersebut, pihaknya mengerahkan satu alat berat dengan dukungan personel TNI.
Ia menjelaskan, “Kami mengerahkan satu alat berat dan dibantu personel TNI untuk mengeluarkan material lumpur”.
Pemulihan dilakukan untuk membersihkan kawasan dari material longsor sekaligus membuka kembali akses yang tertutup agar bangunan terdampak dapat kembali dimanfaatkan masyarakat.
Moch Wahyu Salman Alfarisi menambahkan, “Jika ini selesai, maka kami akan bergeser ke lokasi yang lain”.
Kegiatan pemulihan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah bersama mitra kerja dalam membantu masyarakat bangkit pascabencana di wilayah Sumatera Utara.


