Jakarta (ANTARA) - Perumda Dharma Jaya menargetkan dapat menyalurkan 11.770 paket pangan dalam Program Pangan Bersubsidi yang dimulai pada 21 hingga 31 Januari 2026 untuk memastikan ketersediaan pangan dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat.
"Penyaluran dilakukan setiap hari di tiga lokasi milik Perumda Dharma Jaya, dengan kuota 1.070 paket per hari," kata Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman saat dihubungi di Jakarta, Rabu.
Paket tersebut dapat dibeli di tiga lokasi, yakni Dharma Jaya Cakung sebanyak 670 paket, Rumah Potong Hewan (RPH) Pulogadung 250 paket, dan toko daging Duri Kosambi 150 paket.
Paket pangan yang disediakan, antara lain ikan kembung (Rp13 ribu per kg), daging ayam (Rp8 ribu per ekor), daging sapi (Rp35 ribu per kg), beras (Rp30 ribu per 5 kg), telur ayam (Rp10 ribu per tray), dan susu (Rp30 ribu per karton).
Masyarakat yang berhak membeli pangan subsidi tersebut, merujuk Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 28 Tahun 2022, yakni penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus.
Namun apabila masih tersisa kuota, maka pangan subsidi itu juga dapat diberikan kepada kelompok masyarakat lainnya, yang meliputi PJLP dengan gaji maksimal 1,1 kali Upah Minimum Provinsi (UMP) dan terdaftar, serta lansia dengan kondisi ekonomi yang terbatas.
Kemudian, penyandang disabilitas yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya, penerima Kartu Anak Jakarta (KAJ), pekerja atau buruh penerima Kartu Pekerja Jakarta, dan penghuni rumah susun dengan kriteria yang telah ditetapkan kepala perangkat daerah bidang perumahan rakyat.
Selanjutnya, kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya, serta guru non-PNS dan tenaga pendidikan non-PNS dengan gaji maksimal 1,1 kali UMP.
Sebelum membeli pangan subsidi, masyarakat yang memenuhi kriteria itu terlebih harus mendaftar antrean melalui laman antreanpangansub.dharmajaya.co.id.
Masyarakat yang mengantre wajib membawa fotokopi kartu keluarga, kartu ATM, dan KTP asli sesuai data yang didaftarkan.
Baca juga: Dharma Jaya pastikan harga daging sapi terjangkau
Baca juga: Dharma Jaya berencana impor 7.500 ekor sapi dari Australia pada 2026
Baca juga: Dharma Jaya bidik bisnis produk olahan daging sapi
"Penyaluran dilakukan setiap hari di tiga lokasi milik Perumda Dharma Jaya, dengan kuota 1.070 paket per hari," kata Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman saat dihubungi di Jakarta, Rabu.
Paket tersebut dapat dibeli di tiga lokasi, yakni Dharma Jaya Cakung sebanyak 670 paket, Rumah Potong Hewan (RPH) Pulogadung 250 paket, dan toko daging Duri Kosambi 150 paket.
Paket pangan yang disediakan, antara lain ikan kembung (Rp13 ribu per kg), daging ayam (Rp8 ribu per ekor), daging sapi (Rp35 ribu per kg), beras (Rp30 ribu per 5 kg), telur ayam (Rp10 ribu per tray), dan susu (Rp30 ribu per karton).
Masyarakat yang berhak membeli pangan subsidi tersebut, merujuk Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 28 Tahun 2022, yakni penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus.
Namun apabila masih tersisa kuota, maka pangan subsidi itu juga dapat diberikan kepada kelompok masyarakat lainnya, yang meliputi PJLP dengan gaji maksimal 1,1 kali Upah Minimum Provinsi (UMP) dan terdaftar, serta lansia dengan kondisi ekonomi yang terbatas.
Kemudian, penyandang disabilitas yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya, penerima Kartu Anak Jakarta (KAJ), pekerja atau buruh penerima Kartu Pekerja Jakarta, dan penghuni rumah susun dengan kriteria yang telah ditetapkan kepala perangkat daerah bidang perumahan rakyat.
Selanjutnya, kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya, serta guru non-PNS dan tenaga pendidikan non-PNS dengan gaji maksimal 1,1 kali UMP.
Sebelum membeli pangan subsidi, masyarakat yang memenuhi kriteria itu terlebih harus mendaftar antrean melalui laman antreanpangansub.dharmajaya.co.id.
Masyarakat yang mengantre wajib membawa fotokopi kartu keluarga, kartu ATM, dan KTP asli sesuai data yang didaftarkan.
Baca juga: Dharma Jaya pastikan harga daging sapi terjangkau
Baca juga: Dharma Jaya berencana impor 7.500 ekor sapi dari Australia pada 2026
Baca juga: Dharma Jaya bidik bisnis produk olahan daging sapi



:strip_icc()/kly-media-production/medias/2793619/original/013488900_1556718746-Kembang-Api-Buruh4.jpg)
