Saham Big Caps Longsor Efek Pengumuman MSCI, BBCA dan BMRI Turun 5%

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Saham-saham ternama Tanah Air tak bertenaga seiring indeks harga saham gabungan (IHSG) longsor lebih dari 7% pada perdagangan intraday hari ini, Rabu (28/1/2026). Bahkan saham kelas kakap seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) pun tak berdaya walaupun usai rilis kinerja memuaskan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pukul 10,37 WIB, IHSG masih mengalami koreksi hingga 7,88% ke level 8.281. Posisi ini membuat IHSG kembali pada level rendah yang sebelumnya telah dilewati indeks pada November 2025 lalu.

Dari ratusan konstituen, hanya 45 saham yang tercatat masih bertenaga, dengan 768 melemah, dan 145 stagnan. Bahkan, posisi tertinggi IHSG pada perdagangan intraday hari ini hanya menyentuh level 8.596,17.

Baca Juga : Tertekan Sentimen MSCI, Saham Emiten Grup Bakrie BUMI, BRMS, DEWA Terjun Bebas

Dari jajaran LQ45, penguatan hanya dialami oleh PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) yang naik 0,69% ke Rp4.390. Mengekor di belakangnya, saham PT Astra International Tbk. (ASII) menguat 0,40% ke Rp6.325 dan saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) menguat 0,37% ke Rp6.725.

Saham perbankan lunglai tak berdaya, termasuk saham BBCA. Harga saham bank swasta terbesar di Indonesia itu amblas 5% menjadi Rp7.125. Selanjutnya saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) juga tak lebih baik dengan penurunan 4,99% menjadi Rp4.570 dan saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turun 4,45% menjadi Rp3.650.

Sucor Sekuritas dalam riset menyebutkan penurunan IHSG kali ini belum memicu trading halt atau penghentian sementara perdagangan karena masih di bawah batas 8%.

"Penurunan tersebut diakibatkan oleh rilis pengumuman MSCI dan tidak terkecuali saham BBCA yang terdampak meskipun baru saja merilis laporan keuangan in line dengan ekspektasi," tulis Sucor Sekuritas, Rabu (28/1/2026).

Sucor Sekuritas melihat apabila BEI dan otoritas lainnya belum bisa membuktikan adanya transparansi perihal free float saham, maka skenario terburuk dapat memicu penurunan bobot MSCI Emerging Market Index untuk semua saham Indonesia dan reklasifikasi Indonesia dari MSCI EM menjadi MSCI Frontier seperti Vietnam.

“Selain itu, potensi saham-saham yang tadinya masuk ke dalam MSCI, seperti PTRO, BUMI, IMPC, dan PANI menjadi kehilangan momentum,” tulis analis dalam risetnya, Rabu (28/1/2026).

Meskipun begitu, Sucor menilai terdapat beberapa saham fundamental baik seperti perbankan yang kembali rebound setelah aksi panic selling dan memperlihatkan reaksi knee jerk.

Bank Central Asia Tbk. - TradingView

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Reaksi Keras Publik Belanda Usai Ajax Selangkah Lagi Gaet Maarten Paes: Hentikan! Dia Bukan Kiper Top
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Rezeki Mengalir Deras! 6 Zodiak Paling Beruntung soal Keuangan pada 29 Januari 2026
• 37 menit lalutvonenews.com
thumb
Ratusan Jukir Liar Disidang, Hakim Jatuhkan Denda Rp100 Ribu
• 22 jam lalurealita.co
thumb
Jelang Ramadan, Polda Metro Gelar Operasi Pekat 2026 Jelang Ramadan
• 27 menit lalubisnis.com
thumb
Ahok Minta Jaksa Berani Periksa Jokowi dalam Kasus Pertamina
• 22 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.