Kebakaran melanda pabrik sandal jepit Swallow dan Savilo milik PT Garuda Mas Perkasa di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara, pada Selasa malam (27/1).
Pantauan kumparan pada Rabu (28/1) pukul 10.30 WIB, api belum padam sepenuhnya, meski sudah berkobar 12 jam. Petugas Damkar masih berjibaku memadamkan api tersebut.
"Kebakaran di PT Garuda Mas Perkasa yang memproduksi Swallow ya, yang bahan-bahannya itu dari karet," kata Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Tohap Sibuea, saat ditemui di lokasi kebakaran, Rabu (28/1).
Tohap menjelaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut.
"Korban jiwa nihil ya. Jadi, kita sudah konfirmasi dengan pihak perusahaan, korban untuk karyawan tidak ada dan luka-luka juga tidak ada," ucap Tohap.
Tohap mengatakan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran tersebut. Ia menyebutkan, debu kebakaran akan dicek dari tim Laboratorium Forensik Polda Sumatera Utara.
"Menurut informasi keterangan sementara dari saksi-saksi bahwa itu bermula adanya asap di gedung bahan baku. Tentu hal ini masih kami lakukan penyelidikan ya. Nanti hasilnya, belum tahu penyebabnya. Nanti kita koordinasi dengan Labfor Polda Sumut," ujar Tohap.
Tohap mengatakan, rumah-rumah warga di sekitar pabrik tersebut tidak terkena api. Ia menyebut, pihak kepolisian sudah mengimbau kepada masyarakat untuk menjauh dari area kebakaran.
Kerugian material dari kebakaran tersebut masih belum diketahui.
Manajer HRD PT Garuda Mas Perkasa, Maya Novianti, menyebut saat api mulai diketahui, sekitar 70 karyawan yang sedang bekerja langsung diselamatkan, sedangkan karyawan sif selanjutnya dilarang masuk ke area pabrik.
"Jumlah karyawan ada 255 orang, hari ini diliburkan," ujar Maya.



