IHSG Ditutup Ambrol 7,34% Sesi I, Saham PTRO, BUMI, hingga PANI Terjun ke Zona Merah

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada sesi I perdagangan hari ini, Rabu (28/1/2026). Saham-saham seperti PTRO, BUMI, hingga PANI terjun ke zona merah. 

Melansir data RTI Infokom, IHSG ditutup melemah pada level 8.221,21 pada perdagangan sesi I hari ini, atau turun 7,34%. IHSG bergerak pada rentang 8.269-8.596.

Sebanyak 30 saham menguat, 764 saham melemah, dan 10 saham stagnan. Kapitalisasi pasar IHSG mencapai Rp15.087 triliun.

Saham PT Petrosea Tbk. (PTRO) afiliasi Prajogo Pangestu ambrol siang ini, dengan turun 14,87% ke level Rp7.300 per saham. Penurunan dalam juga terjadi pada saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) kongsi Grup Bakrie dan Grup Salim. Saham BUMI terperosok 14,53% ke level Rp294 per saham pada sesi I hari ini. 

Baca Juga : IHSG Ambles 7,64%, Saham Tergabung Indeks MSCI: PTRO, BUMI, PANI Terkapar

Demikian juga dengan saham milik Aguan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) yang turun 14,89% ke level Rp9.575 di sesi I hari ini. 

IHSG terperosok pagi ini setelah MSCI mengumumkan peringatan bagi pasar modal Indonesia dengan membekukan sementara perlakuan indeks untuk saham-saham dalam negeri lantaran kekhawatiran isu free float dan aksesibilitas pasar. 

Riset Sucor Sekuritas menyebutkan setidaknya terdapat tiga poin dari putusan MSCI hari ini: tidak terdapat peningkatan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), tidak ada penambahan Investible Market Index (IMI), dan berdampak pada tidak ada peningkatan bobot pada papan utama untuk rebalancing Februari 2026. 

“Ditambah potensi pengurangan bobot negara berkembang dan bahkan reklasifikasi pasar negara berkembang yang mungkin terjadi dalam tinjauan Mei 2026,” kata analis Sucor Sekuritas dalam risetnya, Rabu (28/1/2026). 

Sucor menilai, apabila ketidaksepakatan mengenai free float berlanjut dan Indonesia belum mampu membuktikan perbaikan transparansi, maka hal ini dinilai dapat memicu penurunan bobot saham Indonesia dalam MSCI Emerging Market Index.

Saham-saham seperti PTRO, BUMI, IMPC, atau PANI, sebagai saham-saham yang telah masuk ke dalam MSCI, disebut akan kehilangan momentumnya selepas kejadian ini. 

Meskipun demikian, Sucor menilai terdapat beberapa saham fundamental baik seperti perbankan yang kembali rebound setelah aksi panic selling dan memperlihatkan reaksi knee jerk. 

“Di lain sisi, pasar obligasi terlihat relatif tenang dan belum terdeteksi adanya panic selling pagi ini,” katanya.

Sebagai informasi, MSCI adalah perusahaan riset investasi global yang menyediakan indeks saham, data, dan alat analisis portofolio yang menjadi acuan utama bagi manajer investasi dan investor di seluruh dunia. Sementara itu, Indeks MSCI adalah indeks yang diluncurkan oleh MSCI, untuk mencerminkan pergerakan harga saham pada berbagai kategori yang dibentuk.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
IHSG Ambruk 6% Lebih, Ini Penyebabnya!
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Penjelasan Satpol PP Soal Pedagang Sate Malioboro Guling-guling Saat Ditertibkan
• 40 menit lalukumparan.com
thumb
Evolusi Hadiah Uang Para Juara di Piala Dunia
• 30 menit lalutvrinews.com
thumb
Bursa Transfer BRI Super League: Persija Akhiri Kontrak Alan Cardoso Lebih Cepat
• 21 jam lalubola.com
thumb
Politisi Terkemuka India Tewas dalam Kecelakaan Pesawat
• 1 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.