Kementerian Agama (Kemenag) tengah mempersiapkan pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren sebagai struktur baru setingkat Eselon I. Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, pembentukan ditjen baru itu membutuhkan anggaran sebesar Rp 12 triliun.
Hal tersebut diungkapkan Nasaruddin saat hadiri rapat kerja bersama Komisi VIII DPR pada Rabu (28/1).
"Adapun berkenaan dengan pembentukan Eselon 1 baru ini saat ini kami melakukan penghitungan kebutuhan anggaran dan untuk sementara diperkirakan diperlukan anggaran 12,6 triliun untuk hal tersebut," ujar Nasaruddin.
Menurut Nasaruddin, pembentukan Ditjen ini merupakan langkah strategis yang membawa konsekuensi pada kebutuhan anggaran baru. Hal ini dikarenakan Ditjen Pesantren dirancang untuk memperkuat fungsi pesantren.
"Pembentukan Direktorat Jenderal pesantren menimbulkan kebutuhan anggaran baru yang bersifat strategis Ditjen ini dirancang untuk menjalankan tiga fungsi utama yaitu pendidikan keagamaan dan pemberdayaan ekonomi sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang pesantren,” jelasnya.
Lebih lanjut, Nasaruddin menegaskan pendanaan yang memadai sangat diperlukan mengingat luasnya lingkup tugas yang akan diemban. Anggaran tersebut nantinya akan dialokasikan untuk berbagai aspek, mulai dari pembinaan kelembagaan hingga kemandirian ekonomi umat.
"Dengan lingkup tugas yang luas tersebut diperlukan pendanaan yang memadai agar Ditjen Pesantren mampu menjalankan mandatnya secara optimal termasuk dalam pembinaan kelembagaan peningkatan mutu pendidikan pesantren serta penguatan peran pesantren dalam kemandirian ekonomi umat," urainya.
Saat ini, ekosistem pesantren masih berada dikelola oleh Ditjen Pendidikan Islam. Nasaruddin sebelumnya mengatakan Ditjen Pesantren ini akan segera direalisasikan.
"Insyaallah dalam waktu dekat ini kita tinggal menunggu Keppres-nya. Internal kami sudah siap, fasilitasnya sudah siap, kurikulumnya juga sudah siap. Tinggal formalitas dari atas,” ujar Menag usai Upacara Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama di Lapangan Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Sabtu (3/1).


