Operasi Pekat Jaya Digelar Jelang Ramadan, Polda Metro Sasar Tawuran hingga Premanisme!

suara.com
4 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Polda Metro Jaya menggelar Operasi Pekat Jaya 2026 serentak mulai Rabu (28/1/2026) demi keamanan jelang Ramadan.
  • Operasi ini bertujuan menciptakan Kamtibmas aman kondusif agar masyarakat tenang menjalankan ibadah Ramadan.
  • Fokus penindakan meliputi premanisme dan kejahatan jalanan, namun wajib profesional serta menjunjung HAM.

Suara.com - Polda Metro Jaya mulai menggelar Operasi Pekat Jaya 2026 secara serentak di seluruh wilayah hukumnya sejak Rabu (28/1/2026). Operasi ini difokuskan untuk mengamankan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas menjelang Ramadan.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri mengatakan, operasi tersebut bertujuan menciptakan rasa aman agar masyarakat dapat beraktivitas dan menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang dan khusyuk.

"Tujuan utama operasi Pekat Jaya Tahun 2016 adalah menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif. Sehingga masyarakat dapat menjalankan kegiatan sehari-hari serta ibadah di bulan suci Ramadan dengan tertib nyaman dan khusyuk," kata Asep di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Asep menjelaskan, menjelang Ramadan potensi gangguan kamtibmas cenderung meningkat.

Sejumlah kerawanan yang menjadi perhatian antara lain tawuran, keributan geng motor, premanisme, serta kejahatan jalanan yang kerap dipicu konsumsi minuman keras, obat terlarang, provokasi media sosial, hingga tekanan sosial ekonomi.

Menurut dia, gangguan tersebut tidak bisa ditoleransi karena berisiko menimbulkan korban jiwa, merusak fasilitas umum, dan menurunkan rasa aman masyarakat.

"Oleh karena itu diperlukan langkah yang tegas dan terukur dan terpadu untuk menjaga stabilitas Kamtibmas serta mendukung kelancaran aktivitas masyarakat menjelang dan selama bulan suci Ramadan," ujarnya.

Meski mengedepankan penindakan, mantan Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Polri itu menegaskan seluruh personel harus tetap bekerja secara profesional dan tidak bertindak serampangan di lapangan.

"Setiap tindakan di lapangan harus dilaksanakan secara profesional proporsional, sesuai prosedur serta tetap menjunjung tinggi ketenangan hukum dan penghormatan terhadap hak asasi manusia," katanya.

Baca Juga: Jelang Nataru, Kapolda Pastikan Pasukan Pengamanan Siaga Total di Stasiun Gambir

Selain penegakan hukum, Asep meminta jajarannya mengoptimalkan langkah preventif dan preemtif melalui patroli kewilayahan, deteksi dini, pembinaan masyarakat, serta pendekatan dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat, khususnya menjelang Ramadan.

Ia juga menekankan, pendekatan humanis harus menjadi pegangan utama selama Operasi Pekat Jaya berlangsung agar kehadiran polisi benar-benar dirasakan sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, terutama selama Ramadan.

"Pastikan seluruh rangkaian kegiatan operasi menjunjung tinggi SOP asas legalitas, transparansi dan akutabilitas," pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Percepat Aktivitas Ekonomi, Bank Mandiri Kembangkan Ekosistem Kopra
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
BMKG Prediksi Hujan Lebat Terjadi hingga Februari dan Kemarau di Mei 2026
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
BI Tegal Tegal Salurkan Bantuan Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Pantura
• 6 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Siapa yang Mencopotnya? Chiki Fawzi Curhat Diberhentikan Jadi Petugas Haji karena Ada Arahan Atasan
• 4 jam lalusuara.com
thumb
Mendagri Ungkap Peran Penting Data Dukcapil untuk Bansos-Keuangan Digital
• 2 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.