BMKG Prediksi Hujan Lebat Terjadi hingga Februari dan Kemarau di Mei 2026

idxchannel.com
11 jam lalu
Cover Berita

Puncak musim hujan di Indonesia masih akan berlangsung hingga Februari 2026, sementara puncak musim kemarau diperkirakan pada Mei.

BMKG Prediksi Hujan Lebat Terjadi hingga Februari dan Kemarau di Mei 2026 (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim hujan di Indonesia masih akan berlangsung hingga Februari 2026, sementara puncak musim kemarau diperkirakan pada Mei. 

Sejumlah wilayah, khususnya Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, masih berpotensi mengalami hujan lebat hingga akhir Januari.

Baca Juga:
Penyaluran Kredit UMKM Capai Rp1.494 Triliun pada November 2025

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan, pada periode 26–28 Januari 2026, curah hujan di sejumlah wilayah, termasuk DKI Jakarta, masih tergolong tinggi. Wilayah yang perlu mewaspadai hujan lebat meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, seluruh Pulau Jawa, Bali, serta Nusa Tenggara.

“Kami sampaikan bahwa daerah yang untuk seminggu ke depan, tanggal 26, 27, 28 ini, yang cukup tinggi adalah di daerah Banten, DKI, Jawa Barat, Jawa Tengah, kemudian seluruh Jawa, Bali, Nusa Tenggara,” kata Faisal, dikutip Selasa (28/1/2026).

Baca Juga:
Charli Sentosa (RSCH) Lirik Kawasan Industri Batang, Siap Tambah 3 Rumah Sakit

Ia menambahkan, hingga akhir Januari, intensitas hujan masih berada pada kategori hujan lebat dengan potensi curah hujan mencapai 50 hingga 100 milimeter per hari.

“Ini adalah kondisi di akhir bulan Januari ini di mana hujannya masih cukup tinggi atau hujan lebat 50 sampai 100 mm per hari,” ujarnya.

Baca Juga:
LPS Sebut 15,3 Juta Warga Usia Produktif Belum Punya Rekening

Lebih lanjut, Faisal menyampaikan bahwa musim kemarau di wilayah Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara diprediksi mulai memasuki fase puncak pada Mei. Pada periode tersebut, curah hujan akan terus berangsur menurun sejak Februari hingga April.

“Di Jawa, kondisinya saat ini masih cukup basah. Kemudian makin lama makin mengering, dan pada bulan Mei, Juni, dan Juli merupakan musim kering di daerah Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara,” tuturnya.

Baca Juga:
Kemenhaj Matangkan Persiapan Penyelenggaraan Haji 2026

Sementara itu, untuk wilayah Sumatera, khususnya Aceh dan Sumatera Utara bagian timur, kondisi cuaca diperkirakan mulai mengering pada Februari, namun kembali mengalami peningkatan curah hujan pada Maret.

“Di daerah Sumatera di atas khatulistiwa, kita mengalami dua kali musim hujan dan dua kali musim kemarau dengan intensitas berbeda,” tutur Faisal.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir, tanah longsor, serta gangguan aktivitas transportasi dan ekonomi.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Indonesia Disebut Tak Sepenuhnya Republik, Begini Penjelasan Ketua Dewan Pers
• 8 jam lalueranasional.com
thumb
Purbaya Mau Mutasi Pegawai Pajak ke Bea Cukai
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bantuan yang Kini Berdatangan untuk Tukang Es Gabus
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Diduga Korsleting Listrik, Kapal Nelayan di Jakarta Utara Hangus Dilalap Api
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polda Metro Jaya Ringkus Dua Tersangka Pengedar Sabu dan Psikotropika di Kota Tangerang
• 17 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.