Grid.ID - Dedi Mulyadi beri respon usai dapat laporan dari netizen. Yakni terkait video viral yang memperlihatan Macan Tutul diburu.
Usut punya usut, kejadian tersebut diketahui terjadi Gunung Sanggabuana, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Yang kemudian viral di media sosial.
Salah satunya yakni yang diunggah oleh akun Instagram @pwikarawang. Dimana dalam video rekaman kamera trap, terlihat sekelompok orang yang membawa senjata laras panjang.
Sekelompok orang itu bahkan berkeliaran di hutan sembari membawa segerombolan anjing diduga untuk mencari keberadaan macan tutul. Bahkan setelahnya, dalam postingan akun @gunungsanggabuana, seekor macan tutul mengalami luka di bagian kaki kiri depannya sehingga berjalan pincang.
Melihat hal tersebut, banyak netizen yang geram dan langsung melapor ke Dedi Mulyadi dengan menandai akun Instagram milik sang Gubernur Jawa Barat itu. Dan ya, usai dapat laporan dari netizen, Dedi Mulyadi beri respon.
Mulanya, Dedi mengatakan bahwa kasus perburuan liar terhadap Macan Tutul di Gunung Sanggabuana ini menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap satwa dilindungi di kawasan konservasi. Hal ini pun perlu diadakannya pembenahan dari berbagai sisi.
Mulai dari perlunya ada tindakan tegas, hingga dari sisi personel atau polisi hutan yang sudah tua dan kurangnya kegiatan rutin berpatroli dalam menjaga kawasan konservasi.
"Jujur saja, saya tahu lapangan. Rata-rata memang tidak bertindak tegas," ujar Dedi Mulyadi dikutip Grid.ID dari Kompas.com. Selasa (27/1/2026).
"Polisi hutannya sudah tua-tua, tidak bersenjata lagi," imbuhnya.
Lebih lanjut, kasus perburuan satwa di gunung tersebut disebut Dedi bukan baru pertama kali terjadi. Oleh karena itu, Dedi berupaya mendorong Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) memperkuat penindakan di lapangan untuk menghindari kasus serupa di kemudian hari.
"Masalah kita dari dulu itu satu, pembiaran," kata Dedi Mulyadi.
"Saya harapkan seluruh jajaran aparat di Sanggabuana melakukan tindakan-tindakan yang tegas terhadap siapa pun yang masuk untuk berburu," imbuhnya.
Terakhir, Dedi Mulyadi beri respon lanjutan dengan menjadi kasus ini sebagai momentum untuk memperbaiki. Serta semakin tajam dalam hal penegakan hukum di kawasan konservasi.
"Saya harapkan seluruh jajaran aparat di Sanggabuana melakukan tindakan-tindakan yang tegas terhadap siapapun yang masuk untuk berburu," tandas Dedi Mulyadi. (*)
Artikel Asli




