Banyak Kata Unik Masuk KBBI, Ternyata Ini Alasannya-Jadi Lebih Paham

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Belakangan ini, publik kerap dibuat penasaran dengan munculnya berbagai kata unik dan istilah gaul yang resmi masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Fenomena ini menimbulkan pertanyaan, mengapa kata-kata yang sebelumnya dianggap tidak baku kini diakui secara resmi?

Masuknya kata-kata baru ke KBBI tidak terjadi secara tiba-tiba. Bahasa Indonesia pada dasarnya bersifat adaptif dan dinamis, terus berkembang mengikuti perubahan zaman, kondisi sosial, kemajuan teknologi, serta perkembangan budaya masyarakat. Karena itu, kosakata bahasa Indonesia juga terus bertambah dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan penuturnya.
 

Baca Juga :

Ulik Kata-Kata Unik, Adarusa hingga Kecimol, Apa Artinya?-Jadi Lebih Paham


Sejumlah kata unik yang kini tercatat di KBBI berasal dari bahasa gaul atau neologisme, yakni kata baru yang muncul dari kebiasaan berbahasa masyarakat. Kata-kata ini sering kali lahir dari percakapan sehari-hari, media sosial, hingga budaya populer, lalu digunakan secara luas dan konsisten dalam waktu tertentu.

Selain itu, banyak kata baru hadir untuk mengisi kekosongan leksikal, yakni ketika suatu konsep atau kondisi belum memiliki padanan kata sebelumnya. Contohnya kata gabut, yang berasal dari frasa “gaji buta”, digunakan untuk menggambarkan kondisi tidak melakukan aktivitas berarti. Sebelum kata ini populer, tidak ada satu kata tunggal yang benar-benar mewakili makna tersebut. Kriteria Kosakata Masuk KBBI Agar sebuah kata dapat masuk ke KBBI, terdapat sejumlah kriteria yang harus dipenuhi. Di antaranya tingkat frekuensi penggunaan di masyarakat, kejelasan dan kestabilan makna, kemudahan pengucapan atau aspek eufonik, serta kesesuaiannya dengan kaidah bahasa Indonesia. Jika memenuhi syarat tersebut dan digunakan secara luas, kata baru berpeluang diakui secara resmi.

Masuknya kata-kata unik ke KBBI menjadi bukti bahwa bahasa Indonesia terus hidup dan berkembang bersama para penuturnya. Perubahan ini sekaligus menunjukkan bahwa bahasa bukan sesuatu yang kaku, melainkan cerminan dinamika masyarakat yang terus bergerak mengikuti zaman.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pertamina Usul Pembatasan LPG 3 Kg Maksimal 10 Tabung per KK
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Jadwal Pemeriksaan Hanif Dhakiri oleh KPK Diulang Seusai Mangkir Dipanggil
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Asia Tak Bisa Tenang, Militer China dan Rusia Kompak Jepit Sekutu AS
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Dulu Idola dan Kapten, Gundogan Tegaskan Siap Sakiti Manchester City karena Galatasaray Butuh Poin di Liga Champions
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Virus Nipah Kembali Jadi Ancaman, Ini Cara Penularan dan Pencegahannya-Tips Kesehatan
• 3 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.