Grid.ID - Kronologi pedagang es gabus dituding pakai bahan spons oleh aparat. Korban mengaku telah disudutkan hingga dipukul.
Sosial media dihebohkan dengan video seorang pedagang es gabus yang dituding menggunakan bahan spons pada jualannya oleh beberapa oknum aparat polisi dan TNI. Peristiwa tersebut diketahui terjadi pasa Sabtu (24/1/2026).
Sosok pedagang jajanan es diketahui bernama Suderajat (49). Ia bahkan mengaku sempat mengalami kekerasan fisik oleh oknum tersebut.
Kronologi
Berdasarkan keterangan dari Suderajat, saat itu ia berangkat berjualan seperti biasa. Pada pukul 04.00 WIB ia mengambil barang dagangan dari sebuah pabrik rumahan di kawasan Depok Lama.
Ia kemudian berjualan di sekitar lingkungan sekolah. Sekitar pukul 10.00 WIB, ada empat hingga lima orang yang menghampirinya seolah ingin membeli dagangannya.
"Pertama (mereka) datang beli es kue, terus esnya dibejek-bejek, kata bapaknya itu es racun," ucap Suderajat, dikutip dari Kompas.com.
Es yang dijualnya, terutama es gabus dituding mengandung racun dan berbahan spons. Sebab teksturnya menyerupai kapas bedah.
Setelah itu, es gabus itu dilempar ke arah wajahnya. Suderajat mengaku sudah berusaha menjelaskan kepada aparat bahwa es itu dibelinya dari pabrik dan terbuat dari bahan makanan asli.
Namun penjelasan tidak digubris. Suderajat juga mengaku telah mendapatkan pemukulan. Sementara barang dagangannya ditendang.
"Saya bilang ini es kue yang asli, jadi ini dituduh. Saya bilang bukan tapi mereka bilang es spons," jelasnya.
Produk Dipastikan Aman
Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya memeriksa seluruh barang dagangan yang dijual Suderajat. Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh sampel es kue, es gabus, agar-agar, dan cokelat meses dipastikan aman dan layak dikonsumsi.
"Tim DOKKES telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan hasilnya jelas, produk tersebut layak dikonsumsi atau tidak mengandung zat berbahaya," jelas Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, dikutip dari Tribunnews.
"Namun untuk menjamin ketenangan publik dan memastikan hasil yang lebih pasti dan ilmiah, kami juga mengirim sampel ke Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri," tambahnya.
Video terkait kronologi pedagang es gabus dituding pakai bahan spons oleh oknum aparat viral di sosial media. Korban mengaku telah disudutkan hingga dipukul karena dianggap memakai bahan berbahaya dalam dagangannya. (*)
Artikel Asli




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5331204/original/078939100_1756389482-IMG-20250828-WA0030.jpg)