GUBERNUR Sumatra Barat Mahyeldi menyebut kondisi kekeringan air di Padang saat ini tergolong cukup ekstrem, terutama di Kecamatan Pauh dan Kuranji. Bahkan, hingga kini masih ada empat kecamatan yang ketersediaan airnya belum sesuai harapan, yakni Pauh, Kuranji, Nanggalo, dan Padang Utara.
Saat ini, pasokan air bersih masih banyak mengandalkan tandon-tandon yang ditempatkan di depan rumah warga. Karena itu, Gubernur bersama rombongan, Selasa (27/1), meninjau sumber-sumber air bersih yang berpotensi dipasangi pipa agar dapat disalurkan ke tandon tersebut, sehingga masyarakat bisa memperoleh air yang layak. Ia berharap dukungan masyarakat agar penanganan dapat berjalan optimal melalui sinergi Balai Wilayah Sungai, PSDA Provinsi, dan PUPR Kota Padang.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Padang Fraksi PKS, Rafdi, mengatakan peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya bersama Wali Kota Padang dan balai terkait. Dalam pertemuan itu disepakati sejumlah langkah, di antaranya penyediaan pompa oleh SD ABK, percepatan intake oleh BWS, serta penyelesaian jalur irigasi oleh PUPR Kota Padang.
Ia menambahkan, Gubernur juga meninjau potensi solusi jangka panjang dengan melihat kemungkinan pemasangan pipa untuk menyalurkan air, sebagaimana yang telah diterapkan di daerah Agam. Langkah ini diharapkan dapat membantu mengatasi krisis air, khususnya di wilayah Kuranji. (YH/E-4)





