Pakar Rusia: Perangkat Tiongkok Membantu Iran Memblokir Internet untuk Menindas Rakyat

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

Penindasan brutal oleh otoritas Iran terhadap massa demonstran telah menyebabkan banyak korban jiwa. Dunia luar secara luas mencurigai bahwa Partai Komunis Tiongkok (PKT) memberikan dukungan teknologi kepada rezim totaliter Iran untuk memutus akses internet. Baru-baru ini, seorang pakar Rusia menyatakan bahwa dalam gelombang protes di Iran, perangkat buatan PKT membantu Iran memblokir jaringan internet dan komunikasi, sehingga aparat Iran dapat membantai para demonstran tanpa diketahui dunia luar.

EtIndonesia. Menurut laporan media Rusia, pakar militer Rusia Vladimir Yevseyev menyampaikan dalam sebuah diskusi panel di Pusat Multimedia Internasional “Russia Today” bahwa sebelum protes di Iran pecah, negara-negara Barat telah mengirimkan sejumlah besar terminal komunikasi ke dalam wilayah Iran agar koneksi internet tidak terputus. Namun, Iran “beruntung” memiliki perangkat khusus yang dikirim oleh PKT, yang mampu memblokir terminal komunikasi Barat tersebut.

Selain itu, perangkat PKT ini juga dapat melacak lokasi terminal, “sehingga pasukan keamanan Iran dapat menahan dan menangkap orang-orang yang menggunakan terminal tersebut.”

Perlawanan rakyat Iran terhadap rezim otoriter dimulai pada 28 Desember tahun lalu. Pada malam 8 Januari 2026, otoritas Iran melakukan pemutusan total jaringan internet dan mulai melakukan penindasan berdarah. 

Meskipun Elon Musk membuka akses Starlink secara gratis bagi para demonstran Iran, dilaporkan bahwa otoritas Iran melakukan gangguan sinyal besar-besaran terhadap Starlink, sehingga tidak semua wilayah dapat terhubung dengan lancar. Ditambah lagi, perangkat untuk mengakses Starlink sangat sulit diperoleh, sehingga hanya segelintir orang yang berhasil berkomunikasi dengan dunia luar dan mengirimkan rekaman gambar.

Secara kebetulan, selama aksi protes nasional di Iran, BUMN Tiongkok China Electronics Technology Group Corporation (CETC) secara terbuka memamerkan perangkat perang elektronik jenis baru—sebuah sistem portabel yang secara khusus dirancang untuk mendeteksi dan mengganggu terminal pengguna Starlink.

Berdasarkan foto-foto yang beredar di internet, perangkat tersebut bernama “Perangkat Deteksi dan Gangguan Terminal Starlink”. 

Pihak pameran membanggakan bahwa sistem ini mampu melokalisasi, memantau dari jarak jauh, dan melakukan gangguan terarah terhadap sinyal terminal Starlink yang menggunakan pita KU. Perangkat ini dirancang ringan, dapat dibawa dan dioperasikan oleh satu personel, atau dipasang pada platform drone untuk pengerahan bergerak.

Saat itu, dunia luar berspekulasi bahwa PKT mungkin telah memberikan dukungan teknis kepada otoritas Iran. Namun, ada pula warganet yang meragukan kemampuan teknologi PKT mencapai tingkat tersebut. 

Beberapa komentar menyebutkan:  “Maduro celaka karena sistem pertahanan udara Rusia dan pengawal Kuba… dia mengira itu berguna, tapi ternyata sama sekali tidak,” dan “Starlink bukan hanya satu satelit, cakupannya hampir tanpa titik mati, dan merupakan koneksi langsung dari satelit ke terminal tanpa bergantung pada stasiun darat. Bahkan di pegunungan atau hutan lebat pun sinyalnya penuh. Terminalnya portabel, bisa dipasang di kendaraan atau terhubung langsung ke ponsel, serta mudah dipindahkan. Jadi saya benar-benar tidak mengerti, bagaimana cara mengganggunya?”

China Electronics Technology Group Corporation (CETC) didirikan pada Februari 2002, dibentuk berdasarkan lembaga riset dan perusahaan yang sebelumnya berada langsung di bawah Kementerian Industri Informasi PKT, dan merupakan BUMN di bawah pengelolaan Komisi Pengawas dan Administrasi Aset Negara Tiongkok.

Laporan gabungan oleh jurnalis Li Li / Editor Gengwen


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pembangunan KDKMP Terhambat Penyediaan Lahan, Diskop Sulsel Dorong Daerah Gunakan Aset Pemerintah
• 3 jam laluharianfajar
thumb
PNM Buktikan Pemberdayaan Buka Jalan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Verifikasi Penerima Lanjutan KJP Plus Tahap I Tahun 2026 Dibuka, Simak Tata Cara dan Jadwalnya
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Ditanya Jaksa soal Laporan Temuan BPK Masalah Sewa Kapal, Ahok : Tidak Ada Pak
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
Pinjol Crowde Diduga Bikin 62 Peminjam Fiktif, OJK Serahkan Kasus ke Kejaksaan
• 9 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.