Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan tidak ada lonjakan harga pangan yang signifikan menjelang Imlek dan Ramadan.
Antiek Sugiharti Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya menyampaikan, hingga saat ini stok pangan di Surabaya dalam kondisi aman dan distribusi berjalan lancar.
“Menjelang Imlek dan bulan Ramadan tahun ini, stok pangan di Kota Surabaya berada dalam kondisi aman. Hal ini juga tercermin dari Indeks Ketahanan Pangan Surabaya tahun 2025 yang berada di angka 73,28. Kami terus melakukan pengawasan agar ketersediaan dan distribusi tetap lancar,” ujar Antiek dikutip Rabu (28/1/2026).
Berdasarkan Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Pokok di Jawa Timur, harga sejumlah komoditas utama di pasar-pasar Surabaya per kemarin, Selasa (27/1/2026) stabil tanpa mengalami kenaikan signifikan.
Harga beras premium Rp15.416 per kilogram, sementara beras medium Rp12.666 per kilogram, untuk gula kristal putih relatif stabil Rp16.833 per kilogram.
Untuk komoditas minyak goreng curah Rp19.833 per kilogram, minyak goreng kemasan premium Rp18.166 per liter, serta Minyakita Rp16.183 per liter. Sementara itu, harga daging sapi paha belakang terpantau stabil di angka Rp115.000 per kilogram.
Adapun harga daging ayam ras menurun jadi Rp36.250 per kilogram, sementara daging ayam kampung berada di harga Rp65.833 per ekor. Komoditas telur ayam ras menurun menjadi Rp27.583 per kilogram, sedangkan telur ayam kampung stabil di angka Rp46.133 per kilogram.
Antiek menyebut, jika ada indikasi kenaikan harga atau berkurangnya pasokan, Pemkot Surabaya akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) maupun operasi pasar.
“Ketika permintaan meningkat atau pasokan rawan berkurang, kami akan segera berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk menyediakan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat,” jelasnya.
Pemkot juga menjalin koordinasi intensif dengan pengelola pasar tradisional, distributor, serta perangkat daerah terkait untuk mengantisipasi gangguan pasokan pangan.
Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
“Kami mengajak masyarakat untuk berbelanja secara bijak, membeli sesuai kebutuhan, serta tidak melakukan panic buying maupun penimbunan. Pemerintah memastikan stok pangan tersedia dan distribusi berjalan aman sehingga kebutuhan warga tetap terpenuhi,” tutupnya. (lta/saf/ipg)




