Bisnis.com, JAKARTA — Kejadian tak terduga terjadi saat Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dan Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono menjajal layanan KRL rute Rangkasbitung–Tanah Abang, Rabu (28/1/2026).
Dudy bersama jajarannya memilih menggunakan kereta untuk kembali ke Jakarta dengan jadwal keberangkatan pukul 10.44 WIB, usai meresmikan operasional Stasiun Jatake pada pagi hari.
Namun, di tengah perjalanan, kereta sempat berhenti akibat gangguan operasional berupa rel patah di jalur antara Stasiun Serpong–Sudimara. Kondisi tersebut mengharuskan perjalanan kereta di lintas tersebut menggunakan satu jalur secara bergantian.
Akibat gangguan itu, waktu tempuh perjalanan yang normalnya sekitar 45 menit mengalami keterlambatan kurang lebih 30 menit, sehingga total waktu perjalanan mencapai sekitar 1 jam 15 menit.
Saat ditanya mengenai pengalamannya menghadapi gangguan tersebut, Dudy menanggapi dengan santai dan menyebut kejadian tersebut sebagai hal yang biasa.
“Biasa saja, kan sudah biasa naik kereta. Enggak ngerasa ada gangguan juga sih,” tuturnya.
Baca Juga
- Menhub Dudy Resmikan Operasional Stasiun Jatake yang Dibangun Tanpa APBN
- Penampakan Stasiun Jatake yang Mulai Beroperasi Hari Ini
- KAI: Stasiun Jatake Bakal Diresmikan Lusa
Selama perjalanan, Dudy tampak berdiskusi mengenai kondisi rel bersama Bobby dan Allan. Ketiganya bahkan memilih berada di kabin masinis sambil memantau langsung kondisi jalur serta perlintasan kereta.
Terlihat Dirjen Perkeretaapian Allan Tandiono beberapa kali mengambil gambar ke arah luar kereta, termasuk memotret kondisi perlintasan sebidang.
Adapun, proses perbaikan jalur dilaporkan rampung sepenuhnya pada pukul 13.02 WIB, sehingga operasional kereta dapat kembali normal.
Gangguan di lintas Tanah Abang–Rangkasbitung bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa hari terakhir, jalur tersebut tercatat kerap mengalami gangguan yang memaksa KAI Commuter menerapkan rekayasa pola operasi.
Sebagai contoh, pada pekan lalu hujan deras menyebabkan tiang listrik aliran atas (LAA) roboh di jalur antara Stasiun Maja–Stasiun Tigaraksa. Insiden tersebut berdampak pada pembatalan 17 perjalanan lintas Tanah Abang–Rangkasbitung serta penerapan operasi satu jalur yang memicu keterlambatan perjalanan.
Selain itu, gangguan juga kerap terjadi akibat genangan air di jalur rel, yang memaksa kereta melaju dengan kecepatan terbatas demi keselamatan.
Siska (28), pekerja swasta yang rutin berkomuter dari Parung Panjang menuju Tanah Abang dan berada dalam rangkaian kereta yang sama dengan Menhub, mengeluhkan frekuensi gangguan di lintas tersebut.
Menurutnya, hampir setiap pekan selalu ada insiden yang menyebabkan keterlambatan perjalanan KRL Green Line, terutama saat hujan deras, dan berdampak langsung pada aktivitas sehari-harinya.
“Apalagi kalau pagi kita buru-buru. Pernah kejadian gangguan, ternyata kereta tertahan sekitar setengah jam dan penumpang menumpuk di stasiun berikutnya,” tuturnya kepada Bisnis.





