Pantau - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mencatat bahwa faktor manusia tetap menjadi penyebab utama kecelakaan transportasi lintas moda sepanjang tahun 2025, mencakup jalan raya, pelayaran, dan penerbangan.
Rem Blong hingga Dokumen Palsu Warnai Kecelakaan JalanKetua KNKT Soerjanto Tjahjono menyampaikan bahwa pola dominasi faktor manusia terus berulang dalam berbagai moda transportasi, meskipun karakter risiko tiap moda berbeda.
"Dalam banyak kasus, faktor manusia masih menjadi kontribusi terbesar, baik terkait kelelahan, kelalaian, maupun ketidakpatuhan terhadap prosedur keselamatan," ujarnya dalam acara Media Rilis Capaian Kinerja KNKT 2025 di Jakarta, Rabu.
Pada moda lalu lintas dan angkutan jalan, KNKT melakukan investigasi terhadap sembilan kecelakaan sepanjang 2025, yang menyebabkan 69 orang luka-luka.
Salah satu penyebab yang terus berulang adalah kegagalan sistem pengereman atau rem blong pada kendaraan angkutan umum dan barang.
KNKT menilai pengawasan terhadap kondisi kendaraan dan pelaksanaan uji kelayakan secara berkala masih belum optimal.
Investigator Lalu Lintas dan Angkutan Jalan KNKT, Dwi Bakti Permana, menegaskan bahwa banyak kendaraan yang terlibat kecelakaan tidak layak jalan.
"Kami menemukan kendaraan yang tidak memenuhi uji berkala, bahkan ada dokumen kelulusan uji yang keasliannya diragukan," kata Dwi.
Kelebihan Muatan dan Runway Excursion Jadi Sorotan di Laut dan UdaraDi sektor pelayaran, KNKT mencatat delapan investigasi kecelakaan sepanjang tahun, mayoritas melibatkan insiden serius seperti kapal tenggelam dan terbakar.
Salah satu temuan utama adalah praktik kelebihan muatan (overdraft) serta lemahnya pencatatan penumpang dalam manifes.
Plt. Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Pelayaran, Capt. Anggiat PTP Pandiangan, menyatakan bahwa stabilitas kapal menjadi sangat rentan saat melebihi batas muatan, apalagi dalam kondisi cuaca ekstrem.
“Ketika muatan melebihi batas aman dan stabilitas kapal terganggu, risiko kecelakaan akan meningkat tajam,” ujar Anggiat.
Sementara itu, di sektor penerbangan, KNKT mencatat 19 investigasi sepanjang 2025, terdiri dari sembilan kecelakaan dan sepuluh kejadian serius.
Jenis kejadian yang paling sering ditemukan adalah runway excursion, yaitu kondisi saat pesawat keluar landasan karena tidak mampu berhenti tepat di runway.
Masalah kelelahan awak pesawat dan penerapan prosedur operasional yang belum optimal juga menjadi perhatian utama dalam laporan KNKT.
Ratusan Rekomendasi Keselamatan Telah DiterbitkanSepanjang periode 2015–2025, KNKT telah mengeluarkan 1.481 rekomendasi keselamatan lintas moda transportasi.
Sebagian besar rekomendasi itu berkaitan dengan aspek pengendalian dan pengawasan terhadap operasi transportasi.
KNKT menekankan bahwa seluruh rekomendasi yang dikeluarkan bertujuan mencegah terulangnya kecelakaan serupa, bukan untuk mencari kesalahan individu atau institusi.
“Investigasi KNKT berorientasi pada pembelajaran dan pencegahan, agar sistem transportasi nasional semakin berkeselamatan,” tutur Soerjanto.
KNKT juga mengimbau semua pemangku kepentingan, termasuk operator, regulator, dan pemerintah daerah, agar menindaklanjuti rekomendasi keselamatan secara konsisten.




