JAKARTA, KOMPAS.TV - Kelompok perwakilan buruh kembali menggelar unjuk rasa atau demonstrasi menuntut perbaikan upah minimum provinsi.
Ketua Partai Buruh Said Iqbal mengatakan, salah satu UMP yang dituntut naik adalah Provinsi DKI Jakarta. Menurut Said, UMP Jakarta sebesar Rp5,73 Juta terlalu rendah dan tidak sebanding dengan biaya hidup.
Ia pun mendesak, Gubernur Jakata Pramono Anung untuk merevisi UMP DKI menjadi Rp5,89 Juta atau lebih dari angka tersebut.
Demikian Said Iqbal dalam keterangannya sebagaimana laporan Jurnalis Kompas TV, Meidina Andas, Rabu (28/1/2026).
Baca Juga: Presiden Prabowo Dijadwalkan Lantik 8 Anggota DEN Hari Ini Pukul 15.00 WIB
“Yang pertama adalah meminta Gubernur DKI merevisi UMP DKI dan UMSP DKI yang murah. Karena Bank Dunia menyampaikan pendapatan per kapitan penduduk DKI itu 28 juta rupiah per bulan. Sedangkan upah minimum 5,73 juta rupiah,” kata Said.
“Berarti hanya hidup untuk tujuh hari dong orang Jakarta. Masa kalah dengan Bekasi dan Karawang? Kita minta direvisi menuju 100 persen KHL yaitu 5,89 juta rupiah. Bahkan kalau perlu lebih, di atas 6 juta.”
Jika tidak menaikkan, Said meminta Presiden Prabowo Subianto untuk menggunakan diskresinya kepada Gubernur Jakarta Pramono Anung agar mau subsidi upah Rp200,000 per orang tiap bulannya.
Baca Juga: Prabowo Punya Momentum Reshuffle usai Wamenkeu Berkurang, Golkar: Kami dalam Posisi Standby
“Untuk meningkatkan daya beli, kan kita tujuannya naik upah itu daya beli naik. Daya beli naik, konsumsi naik. Konsumsi naik, pertumbuhan ekonomi naik,” kata Said.
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- buruh
- buruh demo
- tuntutan buruh
- unjuk rasa buruh
- buruh unjuk rasa
- said iqbal




