Telepon Presiden Iran, MBS Pastikan Saudi Tak Terlibat Serangan Militer

eranasional.com
6 jam lalu
Cover Berita

Arab Saudi, ERANASIONAL.COM –  Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) menegaskan bahwa Kerajaan Arab Saudi tidak akan mengizinkan wilayah darat maupun udara negaranya digunakan untuk menyerang Iran, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Pernyataan tersebut disampaikan MBS setelah melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Dalam percakapan tersebut, kedua pemimpin membahas berbagai perkembangan regional, termasuk situasi internal Iran, dinamika keamanan kawasan, serta isu strategis yang berkaitan dengan program nuklir Iran. Kontak langsung ini dipandang sebagai sinyal penting bahwa Riyadh dan Teheran berupaya menjaga jalur komunikasi terbuka di tengah meningkatnya risiko eskalasi konflik.

Mengutip pernyataan resmi yang dirilis Saudi Press Agency (SPA), MBS menegaskan komitmen Arab Saudi untuk menghormati kedaulatan negara lain, termasuk Iran. Ia menekankan bahwa Saudi tidak akan terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam aksi militer yang menargetkan Teheran.

“Kerajaan Arab Saudi tidak akan mengizinkan wilayah udaranya atau wilayahnya digunakan untuk tindakan militer apa pun terhadap Iran, maupun untuk melancarkan serangan dari pihak mana pun, tanpa memandang asal-usulnya,” demikian pernyataan resmi tersebut.

Sikap ini menegaskan posisi Saudi yang semakin berhati-hati dalam menghadapi dinamika konflik regional, khususnya di tengah ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Dalam beberapa pekan terakhir, situasi di kawasan Teluk kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan mengenai peningkatan kehadiran militer Amerika Serikat di sekitar Iran.

Dalam pembicaraan itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan kepada MBS gambaran terkini mengenai kondisi dalam negeri Iran serta langkah-langkah yang diambil pemerintahnya untuk menjaga stabilitas nasional. Ia juga menyinggung perkembangan negosiasi internasional terkait isu nuklir, yang hingga kini masih menghadapi jalan buntu.

Pezeshkian turut mengungkapkan keprihatinannya atas tekanan dan ancaman yang datang dari Washington. Iran menilai langkah-langkah Amerika Serikat, termasuk pengerahan aset militer seperti kapal induk USS Abraham Lincoln ke kawasan dekat perairan Iran, sebagai bentuk tekanan politik dan psikologis.

“Ancaman dan operasi psikologis Amerika Serikat bertujuan mengganggu keamanan kawasan. Langkah-langkah semacam ini tidak akan menghasilkan apa pun selain ketidakstabilan,” ujar Pezeshkian dalam pernyataannya.

Di sisi lain, MBS menyampaikan dukungan terhadap penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan dialog, alih-alih konfrontasi militer. Ia menegaskan bahwa stabilitas Timur Tengah hanya dapat dicapai melalui komunikasi, saling menghormati, dan mekanisme damai yang melibatkan seluruh pihak terkait.

Pernyataan tersebut sejalan dengan arah kebijakan luar negeri Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir, yang semakin menekankan de-eskalasi konflik regional. Setelah bertahun-tahun berada pada posisi berseberangan dengan Iran, Riyadh dan Teheran mulai menunjukkan tanda-tanda normalisasi hubungan sejak kesepakatan pemulihan hubungan diplomatik yang dimediasi China pada 2023.

Para pengamat menilai sikap tegas MBS ini juga mencerminkan kepentingan strategis Arab Saudi untuk menjaga stabilitas domestik dan regional. Sebagai salah satu produsen minyak terbesar dunia, Saudi berkepentingan mencegah konflik terbuka di kawasan Teluk yang dapat mengganggu jalur energi global dan perekonomian internasional.

Selain itu, penolakan Saudi untuk terlibat dalam aksi militer terhadap Iran juga menunjukkan upaya Riyadh menjaga keseimbangan hubungan dengan kekuatan besar dunia, termasuk Amerika Serikat, tanpa harus terseret ke dalam konflik terbuka yang berisiko tinggi.

Di tengah situasi yang masih dinamis, komunikasi langsung antara pemimpin Saudi dan Iran dipandang sebagai langkah positif untuk meredam ketegangan. Meski tantangan geopolitik di kawasan belum sepenuhnya mereda, pernyataan MBS menegaskan bahwa Arab Saudi memilih jalur netral dan diplomatis, dengan menempatkan stabilitas kawasan sebagai prioritas utama.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kaesang Beri Sinyal RMS Akan Gabung ke PSI, Ahmad Ali: Sulsel Akan Jadi Kandang Gajah
• 2 jam laluterkini.id
thumb
Tensi Hubungan Iran-Amerika Serikat Usai Demo Mereda, Akankah Ada Serangan? Begini Kata Pengamat
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Akses Trans Sulawesi di Luwu Raya Dibuka, Distribusi Bahan Bakar Berjalan
• 7 jam lalukompas.id
thumb
Pengumuman Penting PIP 2026, Aktivasi Rekening Diperpanjang hingga 28 Februari
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
MRT Jakarta Gandeng Tujuh Pengembang Swasta untuk Proyek Jalur Kembangan–Balaraja
• 15 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.