LONDON, KOMPAS.TV — Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer menuju China untuk berusaha mencairkan hubungan kenegaraan dengan Beijing.
Peristiwa ini terjadi di tengah hubungan Inggris yang masih tegang dengan Amerika Serikat (AS).
Dengan adanya kunjungan tersebut, Starmer berharap adanya dorongan ekonomi bagi Inggris.
Namun kunjungan ini memiliki resiko kemarahan para pendukung kebijakan keras terhadap Tiongkok di dalam negerinya sendiri.
Starmer dijadwalkan bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Perdana Menteri Li Qiang dalam kunjungan ke Beijing dan Shanghai yang dimulai pada hari Rabu.
Kunjungan ini merupakan lawatan pertama oleh pemimpin Inggris sejak 2018.
Ia diperkirakan akan didampingi oleh Menteri Perdagangan Peter Kyle dan puluhan kepala perusahaan.
Inggris berupaya mendapatkan teknologi dan investasi Tiongkok dan akses yang lebih besar pada negara ekonomi terbesar kedua di dunia itu, yakni untuk layanan keuangan, mobil, dan wiski Scotch.
Baca Juga: Trump Ancam Tarif 100% untuk Barang Impor Kanada Terkait Perjanjian Dagang dengan China
Saat Trump mengacaukan tatanan dunia, baik London maupun Beijing mencari hubungan lebih stabil yang berpusat pada perdagangan dan kerja sama dalam isu-isu besar seperti perubahan iklim.
Starmer mengatakan kepada kabinetnya pada Selasa sebelum terbang ke Beijing, Inggris telah beralih dari zaman keemasan ke zaman es dalam hubungannya dengan Tiongkok.
Penulis : Tussie Ayu Editor : Deni-Muliya
Sumber : The Associated Press
- hubungan Inggris-China
- kunjungan PM Inggris ke China
- keir starmer



/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2026%2F01%2F26%2Fbc787b4f-79dd-4207-89be-a226c2699842.jpeg)

