Groundbreaking Proyek Hilirisasi Peternakan Ayam Danantara Awal Februari 2026

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Danantara Indonesia mengatakan pembangunan proyek hilirisasi peternakan ayam dengan investasi senilai Rp 20 triliun akan dimulai atau groundbreaking pada awal Februari 2026.

Chief Technology Officer (CTO), Sigit Puji Santosa, mengatakan proyek hilirisasi yang diprioritaskan Danantara meliputi 5 piliar, yakni pertama adalah energi, kemudian pangan, kesehatan, mineral dan semikonduktor, serta industri transportasi dan infrastruktur termasuk telekomunikasi.

Proyek hilirisasi peternakan ayam, kata dia, termasuk dalam industri pangan dan untuk mendukung program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan daging ayam dan telur.

"Kita akan segera launching untuk segera membangun industri pertenakan, karena kita mendukung MBG, itu yang kita butuh ayam, telur, dan lain-lain. Pertenakan termasuk itu nanti kita akan kita segera launching," kata Sigit saat ditemui di Kantor Pusat Bank Indonesia, Selasa (28/1).

Sigit mengatakan, proyek tersebut rencananya akan groundbreaking hari ini. Namun akhirnya diundur menjadi sekitar awal Februari 2026 bersamaan dengan proyek hilirisasi yang dikaji Danantara lainnya.

"Sebenarnya betul (rencananya hari ini). Tapi kita, ya, karena ada beberapa scheduling yang harus kita sinkronkan. Jadi, mudah-mudahan nanti mungkin awal Februari," ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengungkapkan soal investasi untuk proyek peternakan ayam dari Danantara. Pemerintah memang sudah merencanakan investasi Rp 20 triliun untuk membangun peternakan ayam pedaging dan petelur terintegrasi di berbagai wilayah Indonesia.

"Itu ada anggaran khusus Rp 20 triliun. Kita akan buat seluruh Indonesia untuk menyuplai BGN. Kita menyuplai, jangan sampai telur dan ayamnya ke depan shortage atau kekurangan. Jadi kita siapkan dari sekarang,” jelas Amran pada awal November 2025.

Amran kemudian pada kesempatan berbeda menyebut proyek hilirisasi akan diresmikan dalam waktu dekat.

Proyek peternakan yang akan dibangun, menurut Amran, berjumlah 12 unit. Nantinya, 12 unit tersebut akan berfokus untuk memproduksi pakan dan produksi Day Old Chick (DOC) atau bibit ayam petelur dan pedaging.

Amran menjelaskan, hal ini juga merupakan langkah agar harga DOC dapat terjaga. Adapun jika saat ini harga DOC Rp 14 ribu, Amran menarget harganya bisa menjadi Rp 11 ribu.

“Solusinya adalah negara akan membangun pabrik pakan dan produksi DOC. Itu negara. Doakan dalam waktu singkat. Kita bangun 12 ya. 12 unit seluruh Indonesia. Ini solusi permanen. Doakan ini tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Amran juga pernah menyebut bahwa hasil peternakan tersebut akan disalurkan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Nantinya lokasi peternakan diprioritaskan di daerah yang masih kekurangan pasokan.

Ia juga menuturkan, program peternakan ayam ini merupakan bagian dari agenda hilirisasi pertanian dan pangan yang total investasinya mencapai Rp 371 triliun. Pemerintah menargetkan kebutuhan tambahan untuk MBG dapat terpenuhi, yakni sekitar 700 ribu ton telur dan 1,1 juta ton ayam pedaging per tahun.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
5 Kebiasaan Makan di Pagi Hari yang Bisa Memperlambat Penuaan Menurut Ahli Gizi
• 20 jam lalubeautynesia.id
thumb
Thomas Djiwandono Blak-blakan Alasannya Jadi Deputi Bank Indonesia
• 3 jam laluidntimes.com
thumb
BEI Ungkap Pasar Modal RI Berisiko Turun ke Kategori Frontier Market, Setara Vietnam dan Filipina
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
RI Perketat Pengawasan Bandara Cegah Virus Nipah
• 5 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Kapolda Riau Lepas 250 Personel Satgas Bangun Jembatan Merah Putih Presisi
• 9 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.