FAJAR, MAKASSAR —Centre of Excellence Institute Pertanian Bogor (IPB) bersama Unicef menggelar kegiatan Pelatihan bagi Pelatih atau Training of Trainers (ToT) Tingkat Regional Sulawesi dan Maluku digelar di Kota Makassar.
Hal tersebut sebagai upaya mendukung percepatan perbaikan gizi masyarakat serta implementasi Program Strategis Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagaimana tercantum dalam RPJMN 2025–2029.
Pelatihan tersebut, menjadi bagian penting dari penguatan kesiapan daerah dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis secara berkelanjutan.
Dilaksanakan di Hotel Ibis Style Makassar, Jalan DR Ratulangi No.3, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Rabu, 28 Januari 2026.
Fasilitator dari Kementerian Kesehatan RI, Mat Izi menjelaskan juka ToT ditujukan untuk meningkatkan kapasitas fasilitator regional agar mampu memberikan pelatihan lanjutan kepada tenaga pendidik di satuan pendidikan.
“Ini juga untuk para penjamah makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Mereka diajak mengenal modul pelatihan resmi yang telah disusun sebagai panduan teknis dan edukatif,” ucapnya.
Modul tersebut kata dia, dirancang untuk memastikan implementasi MBG berjalan secara terstandar, aman, dan berkualitas di seluruh wilayah Indonesia.
“Peserta dibekali pemahaman menyeluruh mengenai pengelolaan gizi, keamanan pangan, hingga strategi edukasi gizi. Ini yang dapat mereka terapkan di lingkungan sekolah dan dapur layanan,” tuturnya.
Secara khusus, ToT ini bertujuan melatih para pengelola Satuan Pelayanan Berbasis Gizi (SPBG) serta pengelola program yang berkaitan langsung dengan SPBG atau Program Makan Bergizi (MPG).
“Peran mereka dinilai krusial dalam menjamin mutu layanan gizi bagi anak-anak,” ucapnya.
Sementara untuk Peserta ToT berasal dari berbagai lintas sektor, mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, hingga unsur pemerintah daerah dari masing-masing wilayah.
“Pelibatan lintas sektor ini menjadi kunci penguatan koordinasi dan integrasi program di daerah,” tuturnya.
Pelatihan tersebut kata Mat, dirancang sebagai langkah awal dalam meningkatkan kapasitas para pengelola program lintas sektor. Sekaligus memperkuat perencanaan dan implementasi Program Makan Bergizi di seluruh daerah di Indonesia.
Selain aspek peningkatan kapasitas, pelaksanaan ToT juga dibagi berdasarkan wilayah kerja. Hingga saat ini, ToT telah berjalan dalam tiga regional. Yakni Regional Tengah dan Regional Timur telah lebih dahulu dilaksanakan, sementara Regional Barat akan menyusul pada tahap berikutnya.
“Pembagian regional tersebut diharapkan dapat mempermudah proses pendampingan sekaligus memastikan kesiapan daerah dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi secara merata dan berkelanjutan,” ucapnya.
Isu gizi kata dia, menjadi perhatian serius pemerintah karena dampaknya yang luas.
Beban masalah gizi yang tinggi di suatu negara akan berdampak langsung pada meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan, terutama pada kelompok anak.
Kepala Kantor Perwakilan UNICEF Wilayah Sulawesi-Maluku, Hengky Wijaya, menyampaikan program ini, merupakan bagian dari kerja sama UNICEF dalam mendukung Badan Gizi Nasional (BGN) pada pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
“kita yang dijalankan melalui Pusat Unggulan (Center of Excellence) di IPB University,” ucapnya.
Menurutnya, dukungan UNICEF difokuskan pada penguatan kapasitas para pemangku kepentingan, khususnya BGN, melalui berbagai kegiatan ToT.
Program MBG diharapkan tidak hanya meningkatkan mutu gizi anak di sekolah, tetapi juga mendorong peningkatan kesadaran keluarga dan masyarakat,” ucapnya.
Utamanya kata dia, terhadap pentingnya gizi seimbang, keamanan pangan, serta sanitasi yang memadai sebagai fondasi keberhasilan program gizi nasional.(wis)



