Thomas Djiwandono Usung Kolaborasi untuk Kerjakan Misi Pertama Jadi Deputi Gubernur BI

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Thomas menegaskan, kolaborasi yang akan diusung bukanlah pengulangan skema berbagi beban atau burden sharing seperti yang diterapkan saat masa pandemi Covid19.

Thomas Djiwandono Usung Kolaborasi untuk Kerjakan Misi Pertama Jadi Deputi Gubernur BI. (Foto Anggie/IMG)

IDXChannel – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono yang akan segera mengemban amanah sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) memberikan pandangan mendalam mengenai arah kebijakan sinergi otoritas fiskal dan moneter di masa depan.

Thomas menegaskan, kolaborasi yang akan dia usung bukanlah pengulangan skema berbagi beban atau burden sharing seperti yang diterapkan saat masa pandemi Covid-19.

Baca Juga:
DPR Setujui Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI

Menurut Thomas, tantangan ekonomi saat ini memerlukan pendekatan yang berbeda. Fokus utamanya adalah memastikan kebijakan moneter dapat menyentuh sektor riil secara lebih efektif melalui penguatan transmisi kebijakan.

"Burden sharing yang kita kenal adalah produk masa pandemi kalau mau dilihat teknisnya cost sharing. Yang saya tekankan di fit and proper adalah sinergi dari mengelola transmisi, ujung-ujungnya nih gimana di perbankan, BI Rate selama ini trennya sudah turun terus," ujarnya kepada awak media di Kemenkeu, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Baca Juga:
Thomas Djiwandono Resmi Jadi Deputi Gubernur BI, Prabowo Mau Reshuffle Kabinet?

Thomas menilai sinergi antara pemerintah dan BI saat ini harus difokuskan pada percepatan transmisi suku bunga ke perbankan dan sektor riil. Menurutnya, meskipun suku bunga acuan atau BI Rate berada di level rendah, dampak signifikan terhadap percepatan aktivitas ekonomi belum sepenuhnya terasa.

Baca Juga:
Bos BCA Sambut Terpilihnya Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Siapkan Koordinasi

Oleh karena itu, penyelarasan langkah antara kebijakan moneter BI dan kebijakan fiskal pemerintah menjadi sangat krusial untuk memastikan setiap penurunan suku bunga benar-benar diterjemahkan menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi.

"Itu sudah bukan konsep-konsep masa lalu seperti burden sharing. Yang saya tekankan itu transmisi. Ini urusan suku bunga di perbankan dan sebagainya," kata Thomas.

Baca Juga:
Resmi Jadi Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono Janji Selaraskan Kebijakan Fiskal dan Moneter

Senada dengan Thomas, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun sebelumnya juga menegaskan paradigma sinergi fiskal-moneter telah bergeser. Dia menyebutkan burden sharing merupakan instrumen masa lalu yang lahir dari situasi darurat kesehatan global.

"Kan burden sharing udah ceritanya. Kan tidak mesti harus sistemnya burden sharing. Itu yang waktu sebelum pas zaman Ibu Sri Mulyani," ujarnya di Jakarta, Senin (26/1/2026).

Misbakhun menambahkan bentuk sinergi baru ini akan mencakup ranah yang lebih luas, seperti menjaga stabilitas makro, optimalisasi imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN), hingga operasi moneter yang lebih terintegrasi untuk mendukung daya saing ekonomi nasional di tengah tantangan tahun 2026.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pakar: Body Shaming Politik Cermin Kemiskinan Gagasan Elite
• 1 jam laluokezone.com
thumb
BMKG deteksi 46 titik panas di Riau
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Pengembangan Kasus OTT di Kota Madiun, KPK Geledah Rumah Pemilik Butik “Life Style Rahma" dan Sita Kendaraan Mewah
• 20 jam lalurealita.co
thumb
Perjalanan Bank Prima Surabaya Bangkrut, Turun Kasta jadi BPR Hingga Tabungan Nasabah Rp1,4 Triliun
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Rumah Tangga Bahagia Armand Maulana dan Dewi Gita, Tips Bangun Pernikahan yang Kuat
• 5 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.