PSM Makassar Dikabarkan Telah Deal dengan Dusan Lagator, Kode Keras Yuran Fernandes ke Persebaya Surabaya?

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Bursa transfer putaran kedua Super League 2025/2026 tak sekadar menghadirkan wajah baru di tubuh PSM Makassar. Ia juga menjadi panggung evaluasi keras—bahkan penghakiman—terhadap mereka yang selama ini diberi kepercayaan penuh.

Nama Dusan Lagator, bek tengah asal Montenegro, yang dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan PSM Makassar, bukan hanya rekrutan asing biasa. Dengan nilai pasar mencapai Rp7,82 miliar, Lagator akan langsung menyandang status pemain termahal Pasukan Ramang, menyalip kapten tim Yuran Fernandes (Rp6,95 miliar).

Fakta ini tak bisa dibaca sekadar angka. Ini adalah kode keras. Sinyal bahwa PSM sedang menyiapkan perubahan radikal di jantung pertahanan—sektor yang justru menjadi sumber kehancuran musim ini.

Blunder yang Tak Termaafkan

Kekalahan PSM dari Persijap Jepara, Sabtu (24/1), menjadi titik balik yang tak bisa lagi ditutup dengan dalih atau nostalgia. Dua gol yang bersarang ke gawang PSM lahir dari kesalahan elementer di lini belakang—kesalahan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang kapten, apalagi bek dengan reputasi dan pengalaman Yuran Fernandes.

Dalam laga itu, Yuran terlihat:

Terlambat membaca arah bola

Pasif dalam duel krusial

Gagal melakukan sapuan sederhana

Bukan sekali. Bukan dua kali. Pola ini berulang.

Sebagai kapten, Yuran seharusnya menjadi komando terakhir, bukan titik awal bencana. Namun yang terjadi justru sebaliknya: kesalahan bermula darinya, lalu menjalar ke seluruh lini.

Di titik ini, kritik tak lagi berlebihan. Ini adalah konsekuensi logis.

Kapten yang Justru Menjadi Beban

Status kapten bukan tameng kebal kritik. Justru sebaliknya, ia menuntut standar tertinggi. Dan musim ini, Yuran Fernandes gagal memenuhi standar itu.

Lima kekalahan beruntun PSM tidak terjadi dalam ruang hampa. Pertahanan rapuh, koordinasi amburadul, dan minim kepemimpinan di lini belakang menjadi benang merahnya. Dan sebagai pemimpin di lapangan, Yuran tak bisa lepas dari tanggung jawab utama.

Tagar #YURANOUT yang menggema di media sosial bukan reaksi emosional semata. Ia lahir dari akumulasi kekecewaan—dari publik yang merasa kapten mereka lebih sering menjadi sumber masalah ketimbang solusi.

Lagator: Bukan Pelapis, Tapi Pengganti

Masuknya Dusan Lagator harus dibaca apa adanya: PSM tak lagi percaya pada stabilitas pertahanan yang ada.

Lagator diproyeksikan langsung sebagai bek tengah utama. Usia matang (30 tahun), postur ideal (190 cm), dan pengalaman di kompetisi keras menjadikannya figur yang diharapkan membawa ketenangan—sesuatu yang hilang dari PSM musim ini.

Jika Lagator resmi diperkenalkan, maka persaingan di jantung pertahanan tak lagi soal rotasi. Ini soal siapa yang masih layak dipercaya.

Dan dalam sepak bola profesional, nama besar masa lalu tak pernah menjamin masa depan.

Yuran di Persimpangan, PSM Harus Tegas

Tak ada yang menafikan jasa Yuran Fernandes di era Bernardo Tavares. Ia adalah bagian dari sejarah juara 2022/2023. Namun sepak bola hidup dari performa hari ini, bukan kenangan kemarin.

Jika PSM ingin keluar dari krisis, keputusan sentimental harus dihentikan. Status kapten, nilai kontrak, atau jasa masa lalu tak boleh menjadi alasan mempertahankan pemain yang terus melakukan blunder fatal.

Opsi paling rasional kini adalah:

Mencoret Yuran dari starter

Melepasnya melalui peminjaman atau transfer, jika perlu

Isu ketertarikan Persebaya Surabaya—dengan potensi reuni bersama Bernardo Tavares—bisa menjadi jalan tengah. Bagi Yuran, itu kesempatan menebus diri. Bagi PSM, itu langkah penyelamatan.

Tak Ada Ruang untuk Toleransi

PSM Makassar sedang berada dalam fase genting. Dan di fase seperti ini, kesalahan berulang—terutama dari kapten—adalah dosa yang tak bisa dimaafkan.

Kedatangan Dusan Lagator adalah pesan paling jujur yang bisa dibaca siapa pun di ruang ganti:

Tak ada pemain yang lebih besar dari klub.

Kini, bola ada di tangan manajemen. Bertahan pada simbol lama, atau berani memulai babak baru.

Dan untuk Yuran Fernandes, waktunya telah tiba untuk menjawab satu pertanyaan paling pahit dalam kariernya di Makassar:
masih layakkah ia memimpin, atau justru harus disingkirkan?


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jalan HM Joyo Martono Bekasi Rusak Parah, DBMSDA Sebut Akan Dibangun Flyover
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Daftar Harga Vespa Baru Januari 2026
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Populer, Rp1,8 triliun bansos Sumatera hingga belajar di tenda darurat
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Mendagri: Harga di Tiga Provinsi Terdampak Bencana Mulai Stabil, Distribusi Barang Berhasil Dipercepat
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Keluh Kesah Para Anker KRL Green Line Tiap Hari Desak-desakan
• 1 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.