Grup barang mewah terkemuka dunia, LVMH, mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 13 persen pada 2025 menjadi 10,9 miliar euro atau sekitar Rp220 triliun.
IDXChannel - Grup barang mewah terkemuka dunia, LVMH, mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 13 persen pada 2025 menjadi 10,9 miliar euro atau sekitar Rp220 triliun.
Dilansir dari AFP pada Rabu (28/1/2026), penurunan ini disebabkan pajak tinggi yang dikenakan pada perusahaan besar di Prancis.
Namun, penjualan perusahaan yang terkenal dengan tas tangan Louis Vuitton, busana Dior, sampanye Moet & Chandon, dan perhiasan Tiffany ini juga turun lima persen menjadi 80,8 miliar euro karena tarif dan ketidakpastian geopolitik memukul sentimen konsumen.
Divisi anggur dan minuman keras mengalami penurunan penjualan paling parah, anjlok hingga sembilan persen.
Divisi fesyen dan barang kulit, yang menyumbang hampir setengah dari total penjualan, juga mengalami penurunan penjualan sebesar delapan persen.
"Meskipun lingkungan geopolitik dan makroekonomi masih tidak pasti, Grup tetap yakin untuk 2026," kata LVMH dalam laporan pendapatan.
Pendapatan juga turun sebesar 5,1 persen pada kuartal IV-2025 dibandingkan periode yang sama di 2024. (Wahyu Dwi Anggoro)




