JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap virus Nipah, penyakit zoonosis berbahaya yang memiliki tingkat kematian tinggi.
Meski hingga kini belum ditemukan kasus di Indonesia, pemahaman sejak dini dinilai penting untuk mencegah potensi penularan dan memutus risiko wabah di kemudian hari.
Virus Nipah dikenal sebagai penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia, serta memungkinkan terjadinya penularan antarmanusia.
Karena karakteristiknya yang serius dan belum adanya obat maupun vaksin khusus, setiap kemunculan kasus Nipah di berbagai negara selalu mendapat perhatian ketat dari otoritas kesehatan.
Baca Juga: India Konfirmasi Kasus Baru Virus Nipah, Negara-Negara Tetangga Tingkatkan Kewaspadaan
Asal-usul Virus NipahDilansir dari laman Ayo Sehat Kemkes, Virus Nipah pertama kali teridentifikasi pada akhir 1990-an di Malaysia, tepatnya di sebuah peternakan babi.
Saat itu, babi-babi ternak menunjukkan gejala demam, gangguan pernapasan, hingga kejang.
Penelusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa virus tersebut berasal dari kelelawar buah.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa kelelawar merupakan reservoir alami virus Nipah.
Dalam kondisi normal, virus ini tidak menimbulkan penyakit pada kelelawar.
Namun, virus dapat berpindah dari kelelawar ke hewan lain, seperti babi, dan kemudian menular ke manusia.
Perpindahan ini tidak lepas dari perubahan lingkungan. Penebangan hutan dan alih fungsi lahan menyebabkan kelelawar kehilangan habitat alaminya.
Akibatnya, kelelawar berpindah mendekati permukiman manusia dan area peternakan, sehingga peluang penularan lintas spesies semakin besar.
Karakteristik Virus NipahBaca Juga: Indonesia Perketat Pengawasan di Bandara Antisipasi Virus Nipah
Virus Nipah termasuk dalam kelompok Paramyxovirus, yakni virus RNA yang juga mencakup patogen penyebab penyakit seperti campak, gondongan, dan pneumonia.
Namun, virus Nipah memiliki karakteristik khusus yang membuatnya menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.
Selain tingkat fatalitas yang tinggi, virus ini juga memiliki kemampuan untuk menyebabkan infeksi berat pada sistem pernapasan dan saraf pusat.
Dalam sejumlah kasus, infeksi Nipah dapat berkembang cepat dan berujung pada kondisi yang mengancam nyawa.
Cara Penularan Virus NipahPenularan virus Nipah dapat terjadi melalui beberapa jalur.
Dari hewan ke manusia, penularan berlangsung ketika seseorang melakukan kontak langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi, seperti air liur, darah, dan urine.
Selain itu, konsumsi daging hewan terinfeksi, terutama jika dimasak kurang matang, juga berpotensi menularkan virus.
Tak hanya dari hewan, virus Nipah juga dapat menular dari manusia ke manusia.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada
Sumber : Kemenkes
- virus Nipah
- Kemenkes virus Nipah
- gejala virus Nipah
- cara penularan virus Nipah
- pencegahan virus Nipah
- penyakit zoonosis


