Mengenal Virus Nipah: Asal-usul, Cara Penularan, Gejala, dan Langkah Pencegahan

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita
Kelelawar buah berukuran besar bertengger di pohon eucalyptus dekat Dharmsala, India, Minggu, 7 Juli 2019. (Sumber: AP Photo/Ashwini Bhatia)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap virus Nipah, penyakit zoonosis berbahaya yang memiliki tingkat kematian tinggi.

Meski hingga kini belum ditemukan kasus di Indonesia, pemahaman sejak dini dinilai penting untuk mencegah potensi penularan dan memutus risiko wabah di kemudian hari.

Virus Nipah dikenal sebagai penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia, serta memungkinkan terjadinya penularan antarmanusia. 

Karena karakteristiknya yang serius dan belum adanya obat maupun vaksin khusus, setiap kemunculan kasus Nipah di berbagai negara selalu mendapat perhatian ketat dari otoritas kesehatan.

Baca Juga: India Konfirmasi Kasus Baru Virus Nipah, Negara-Negara Tetangga Tingkatkan Kewaspadaan

Asal-usul Virus Nipah

Dilansir dari laman Ayo Sehat Kemkes, Virus Nipah pertama kali teridentifikasi pada akhir 1990-an di Malaysia, tepatnya di sebuah peternakan babi. 

Saat itu, babi-babi ternak menunjukkan gejala demam, gangguan pernapasan, hingga kejang. 

Penelusuran lebih lanjut menunjukkan bahwa virus tersebut berasal dari kelelawar buah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa kelelawar merupakan reservoir alami virus Nipah.

Dalam kondisi normal, virus ini tidak menimbulkan penyakit pada kelelawar. 

Namun, virus dapat berpindah dari kelelawar ke hewan lain, seperti babi, dan kemudian menular ke manusia.

Perpindahan ini tidak lepas dari perubahan lingkungan. Penebangan hutan dan alih fungsi lahan menyebabkan kelelawar kehilangan habitat alaminya. 

Akibatnya, kelelawar berpindah mendekati permukiman manusia dan area peternakan, sehingga peluang penularan lintas spesies semakin besar.

Karakteristik Virus Nipah

Baca Juga: Indonesia Perketat Pengawasan di Bandara Antisipasi Virus Nipah

Virus Nipah termasuk dalam kelompok Paramyxovirus, yakni virus RNA yang juga mencakup patogen penyebab penyakit seperti campak, gondongan, dan pneumonia. 

Namun, virus Nipah memiliki karakteristik khusus yang membuatnya menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.

Selain tingkat fatalitas yang tinggi, virus ini juga memiliki kemampuan untuk menyebabkan infeksi berat pada sistem pernapasan dan saraf pusat. 

Dalam sejumlah kasus, infeksi Nipah dapat berkembang cepat dan berujung pada kondisi yang mengancam nyawa.

Cara Penularan Virus Nipah

Penularan virus Nipah dapat terjadi melalui beberapa jalur. 

Dari hewan ke manusia, penularan berlangsung ketika seseorang melakukan kontak langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi, seperti air liur, darah, dan urine. 

Selain itu, konsumsi daging hewan terinfeksi, terutama jika dimasak kurang matang, juga berpotensi menularkan virus.

Tak hanya dari hewan, virus Nipah juga dapat menular dari manusia ke manusia. 

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Kemenkes

Tag
  • virus Nipah
  • Kemenkes virus Nipah
  • gejala virus Nipah
  • cara penularan virus Nipah
  • pencegahan virus Nipah
  • penyakit zoonosis
Selengkapnya


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
5 Fakta Tiga Desa di Nunukan Masuk Malaysia: Bukan Hilang Total, Ini yang Sebenarnya Terjadi!
• 2 jam lalusuara.com
thumb
Serda Herdi Purnomo Tuding Pedagang Es Kue Jadul Berbahan Spons, TNI AD Harap Tak Ada Tuntutan dan Konflik Panjang
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Media Belanda Curigai Peran Jordi Cruyff di Balik Transfer Maarten Paes ke Ajax Amsterdam
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Mendagri Minta Kepala Daerah Petakan Titik Rawan Bencana Hidrometeorologi
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
LPS Catat 15,3 Juta Masyarakat Produktif RI Belum Punya Rekening Bank di 2025
• 23 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.