BANDUNG BARAT, KOMPAS.TV - Kabid Dokkes Polda Jawa Barat (Jabar) Kombes Iwansyah menjelaskan proses identifikasi korban longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, yang dilakukan pihaknya.
"Identifikasi itu butuh informasi, data awal ya. Jadi, data ante mortem namanya, data sebelum yang dilaporkan hilang itu dinyatakan hilang. Jadi data awal sebelum kematian," katanya di Bandung Barat, Rabu (28/1/2026), dipantau dari program Kompas Siang KompasTV.
Iwan menambahkan, pihaknya juga memerlukan data post mortem untuk identifikasi.
"Tentu data post mortem itu diambil ketika ada temuan kantong jenazah," ujarnya.
Secara runut, Iwan mengatakan pihaknya mengumpulkan data selengkap mungkin dari aduan masyarakat, ciri-ciri khusus, properti yang dipakai, atau ciri fisik korban yang hilang (seperti tato, tahi lalat, atau bekas operasi).
"Ini butuh informasi yang lengkap dari masyarakat. Jadi, semakin banyak masyarakat yang menyampaikannya atau keluarga yang menyampaikan dengan lengkap, semakin terbantu proses-proses ini," tuturnya.
Baca Juga: Suasana Keluarga Korban Longsor Cisarua Tunggu Hasil Identifikasi di Posko DVI Polda Jawa Barat
Setelah itu, Iwan mengatakan pihaknya akan mengambil data post mortem dari kantong jenazah yang diterima dari Tim SAR di lapangan.
"Kantong jenazah yang datang, kita ambil data di sana. Jadi, mulai ciri-ciri khusus, perkiraan tinggi badan, berat badan, kemudian data gigi," ucapnya.
Selanjutnya, Iwan mengungkapkan tim akan melakukan rekonsiliasi, di mana tim post mortem
mempresentasikan temuannya.
"Kemudian tim dari ante mortem mengamati, dengan ciri-ciri yang disebutkan tadi, dari sekian banyak laporan orang hilang, mana yang mendekati ciri-ciri tersebut," ujarnya.
Tahapan itu, menurutnya, akan dilanjutkan dengan diskusi bersama tim dari Inafis yang mengidentifikasi sidik jari.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- identifikasi korban longsor bandung barat
- korban longsor bandung barat
- polda jabar
- bandung barat
- longsor





