Hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa bulan terakhir membuat sejumlah wilayah terendam banjir. Bencana musiman yang hampir terjadi setiap tahun ini tentu menghambat aktivitas sehari-hari banyak orang.
Kerugian materiil tentu sulit dihindari. Mulai dari rumah yang terendam sampai barang-barang yang rusak akibat banjir. Bahkan, dikutip dari laman BPBD, banjir yang berlangsung cukup lama juga bisa memicu krisis air bersih serta keterbatasan stok makanan bagi warga terdampak.
Sebagai salah satu negara tropis, kondisi seperti ini bukan hal baru bagi banyak warga Indonesia, termasuk bagi beberapa teman kumparan. Di tengah situasi yang serba terbatas saat banjir, tiap orang tentu punya cerita dan cara bertahan yang berbeda-beda.
Penasaran gimana mereka menghadapi kondisi tersebut? Yuk, simak cerita teman kumparan di bawah ini!
Pengalaman teman kumparan Hadapi Bencana Banjirteman kumparan Annisa Purnama Sari (31) bercerita bahwa saat banjir melanda, air masuk ke dalam rumahnya cukup tinggi. “Kondisi rumah banjir, di dalam rumah tinggi banjir nya setengah betis berarti sekitar 20 cm,” katanya.
Untuk mengatasinya, Annisa bersama keluarga berusaha menguras air agar ketinggiannya nggak semakin bertambah. Tapi menurutnya, tantangan paling besar justru datang saat banjir mulai surut, karena ia harus beresin barang-barang yang kotor akibat terkena lumpur.
Berkaca dari pengalaman tersebut, Annisa kini jadi lebih aware untuk siapin berbagai kebutuhan penting saat banjir datang. “Siapin uang cash, makanan instan, tas yang isinya dokumen penting, tas berisi baju atau perlengkapan pribadi, powerbank, dan obat-obatan,” tuturnya.
Dimas Afandi (41) juga pernah mengalami hal serupa. Di sekitar rumahnya, banjir bahkan mencapai ketinggian 50 sampai 100 cm dan baru benar-benar surut dua hari kemudian. Pengalaman itu bikin Dimas belajar banyak soal kesiapan menghadapi musim hujan.
teman kumparan asal Jakarta Barat ini membagikan beberapa tips yang selalu ia lakukan agar nggak keteteran saat banjir datang, yaitu:
Saat memasuki musim hujan, mulai amankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi supaya nggak terendam air.
Buat rak khusus untuk barang elektronik berukuran besar, seperti kulkas dan mesin cuci, agar tetap aman ketika banjir datang.
Siapkan stok kebutuhan pokok di rumah, mulai dari gas, beras, biskuit, minyak sayur, mi instan, sampai sarden.
Ketika banjir mulai surut, segera bersihkan lumpur di dalam rumah. Soalnya, kalau sudah kering, justru bakal lebih susah dibersihkan.
Begitu juga yang dirasakan Anisa Dasty Malela (40). Baginya, membersihkan barang-barang yang terendam banjir benar-benar menguras tenaga. Bahkan, nggak sedikit barang yang akhirnya harus dibuang karena sudah rusak akibat terlalu lama terendam air.
Dari pengalaman itu, Anisa menarik satu pelajaran penting. Ia menyarankan agar lebih teliti saat memilih tempat tinggal. “Mesti lebih hati-hati cari hunian. Jangan tinggal di tempat yang rawan banjir,” ucapnya.
Nikmati serunya sharing hal-hal seru dengan ribuan teman baru di komunitas teman kumparan. Klik kum.pr/temankumparan




