Profil Pejabat Dewan Energi Nasional 2026-2030 yang Dilantik Prabowo

bisnis.com
9 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah melantik pimpinan dan anggota Dewan Energi Nasional (DEN) periode 2026–2030 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1/2026) sore. 

Pelantikan pejabat DEN tersebut berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) 134/P tahun 2025 tentang Pengangkatan Anggota DEN dari Pemangku Kepentingan dan Keppres Nomor 6 P tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan DEN dari Pemerintah.

Untuk diketahui, Dewan Energi Nasional (DEN) merupakan badan strategis negara yang merumuskan dan mengawasi pelaksanaan kebijakan energi nasional, dengan komposisi lintas sektor antara pemerintahan dan pemangku kepentingan.

Berikut Profil Pejabat Dewan Energi Nasional (DEN) 2026-2030 — Ketua Harian DEN Bahlil Lahadalia

Bahlil merupakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang dilantik pada 2024 dan memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan sumber daya energi nasional dan hubungan industri minyak & gas, maupun minerba. 

— Anggota DEN Unsur Pemerintahan 1. Purbaya Yudhi Sadewa

Menteri Keuangan yang dikenal sebagai seorang ekonom senior lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Purdue University, Amerika Serikat (AS), dengan gelar Master & Ph.D bidang ekonomi. Dia pernah menjadi Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) serta staf khusus di beberapa kementerian sebelum diangkat sebagai Menteri Keuangan RI untuk periode 2025–2029. Purbaya dikenal berfokus pada pertumbuhan ekonomi dan penguatan fiskal.  

2. Rachmat Pambudy

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas yang juga merupakan politikus dan akademisi. Rachmat menjabat sebagai Menteri Bappenas sejak 2024. Ia adalah profesor di IPB University dan berperan penting dalam penyusunan strategi pembangunan nasional.  

Baca Juga

  • Pemerintah Harapkan DEN Periode 2026-2030 Bisa Percepat Target Swasembada Energi
  • Jelang Pelantikan, Para Calon Anggota DEN Mulai Tiba di Istana Negara
  • Bahlil Ungkap 4 Arahan Prabowo untuk Dewan Energi Nasional
3. Dudy Purwagandhi

Menteri Perhubungan ini merupakan lulusan Sarjana Hukum Universitas Trisakti. Sebelum menjadi Menhub, ia memiliki pengalaman luas di sektor transportasi dan logistik termasuk sebagai komisaris PT PLN (Persero) dan direktur di beberapa perusahaan transportasi.  

4. Agus Gumiwang Kartasasmita

Menteri Perindustrian yang sekaligus politisi Partai Golkar yang sudah berpengalaman sebagai Menteri Perindustrian sejak era 2019–2024 dan kembali dipercaya menjabat di pemerintahan saat ini. Ia juga pernah menjabat Menteri Sosial dan aktif dalam pengembangan kebijakan industri, termasuk strategi transformasi industri.  

5. Andi Amran Sulaiman

Menteri Pertanian dengan latar belakang seorang pengusaha dan akademisi bidang pertanian ini kelahiran Bone, Sulawesi Selatan (27 April 1968), lulusan Universitas Hasanuddin. Ia telah menjabat Menteri Pertanian beberapa periode, memadukan pendekatan riset dan kebijakan untuk ketahanan pangan nasional.  

6. Brian Yuliano

Sebagai pemimpin Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang bertanggung jawab atas pendidikan tinggi dan pengembangan sains & teknologi, Brian Yuliano memiliki latar belakang di bidang akademik atau riset teknologi.

7. Hanif Faisol Nurofiq

Tokoh politik yang sejak 2024 menjabat Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. Ia memiliki latar belakang kuat di sektor kehutanan dan lingkungan dengan pengalaman panjang di pengelolaan sumber daya alam.  

— Anggota Unsur Pemangku Kepentingan (Non-Pemerintah) 1. Mohamad Fadhil Hasan (Akademisi)

Ekonom kelahiran Bogor (1959) dengan spesialisasi ekonomi pertanian dan kebijakan pembangunan. Pendidikan doktoralnya diraih dari University of Kentucky (AS) di bidang Agricultural Economics, serta magister dari Iowa State University. Ia juga alumnus IPB.

Kariernya kuat di sektor publik, pernah menjadi Tim Ahli Wakil Presiden RI (2019–2021), Ketua Badan Supervisi Bank Indonesia (2013–2020), serta anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN). Ia juga terlibat di Dewan Negara-Negara Penghasil Minyak Kelapa Sawit.

Di sektor riset dan swasta, ia aktif sebagai peneliti senior INDEF dan pernah menjabat Direktur Corporate Affairs Asian Agri Group. Ia dikenal sebagai pakar kebijakan ekonomi sumber daya alam, industri sawit, biodiesel, dan keberlanjutan.

2. Satya Widya Yudha (Industri)

Pakar energi dan politisi senior kelahiran Kediri (1961) dengan latar belakang teknik dan manajemen energi. Ia lulusan ITS, kemudian melanjutkan studi di Cranfield University, Inggris, meraih gelar M.Sc. dan Ph.D. di bidang energi dan pembangkit. Ia juga mengikuti program eksekutif di Oxford University.

Memiliki rekam jejak kuat di parlemen sebagai Anggota DPR RI dua periode (2009–2019), termasuk menjabat Wakil Ketua Komisi I dan Wakil Ketua Komisi VII (Energi, Riset, Lingkungan). Sebelum itu, ia berkarier sebagai eksekutif global di sektor minyak dan gas.

Aktif sebagai peneliti dengan publikasi internasional bereputasi serta penerima berbagai penghargaan, termasuk Anugerah Adhi Wasesa ITS (2023) dan dinobatkan sebagai “Inspirator Energi” (2024) oleh Majalah Listrik Indonesia.

3. Unggul Priyanto (Teknologi)

Pakar teknologi dan energi dengan rekam jejak panjang di bidang riset, rekayasa, dan kebijakan teknologi strategis nasional. Lahir di Malang pada 1958, ia meraih gelar Doktor Material dari Kyushu University Jepang, Magister Teknik Kimia dari University of Leeds Inggris, serta Sarjana Teknik Kimia dari ITB.

Dalam kariernya, Unggul pernah menjabat Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) periode 2014–2019 dan mengemban sejumlah posisi strategis di bidang teknologi energi. Keahliannya dibuktikan melalui sejumlah paten nasional, termasuk teknologi konverter minyak nabati dan pemanfaatan bahan bakar alternatif untuk mesin diesel. Ia juga aktif sebagai narasumber dan penulis karya ilmiah di bidang teknologi dan energi.

4. Sripeni Inten Cahyani (Industri)

Eksekutif senior sektor energi dengan pengalaman luas di bidang kebijakan, korporasi, dan transformasi ketenagalistrikan. Lahir di Pati pada 1968, ia meraih gelar Doktor Ekonomi Bisnis dari Universitas Trisakti, Magister Manajemen dari PPM, serta Sarjana Teknik Kimia dari Universitas Diponegoro.

Sripeni pernah menjabat Tenaga Ahli Menteri ESDM, Pelaksana Tugas Direktur Utama PT PLN (Persero), Direktur Utama PT Indonesia Power, serta Komisaris Utama PT Pupuk Kujang. Ia juga aktif di organisasi profesi keinsinyuran dan menerima berbagai penghargaan nasional maupun internasional atas kontribusinya dalam pengembangan industri energi berkelanjutan.

5. Saleh Abdurrahman (Lingkungan Hidup)

Ahli pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan dengan pengalaman luas di sektor energi dan pemerintahan. Lahir di Ampenan, Lombok, pada 1963, ia meraih gelar Doktor dari IPB, Magister Environmental Science dari Murdoch University Australia, serta Sarjana Teknik Geologi dari UPN Veteran Yogyakarta.

Saleh pernah menjabat Anggota Komite BPH Migas periode 2021–2025, Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Lingkungan Hidup dan Tata Ruang, serta Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional. Ia dikenal aktif mendorong integrasi aspek lingkungan dalam kebijakan energi nasional dan saat ini juga menjabat Wakil Ketua Umum Masyarakat Energi Biomassa Indonesia.

6. Muhammad Kholid Syeirazi (Konsumen)

Akademisi dan praktisi kebijakan energi kelahiran Pekalongan (1979) dengan fokus pada tata kelola kebijakan publik dan ketahanan energi nasional. Ia menyelesaikan Doktor Ilmu Administrasi di Universitas Indonesia, gelar magister Ilmu Politik di kampus yang sama, serta Sarjana Filsafat dari UGM.

Memiliki pengalaman luas di sektor publik, antara lain sebagai Tim Ahli Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional (2025), Tenaga Ahli BPK RI di bidang migas serta sumber daya alam dan lingkungan, dan Tenaga Ahli DPR RI. Kiprahnya menekankan penguatan akuntabilitas dan tata kelola sektor energi.

Di sektor korporasi, ia pernah menjabat sebagai Komite Audit PT Reasuransi Indonesia Utama, Komisaris PT Angkasa Pura Logistik, dan Komisaris PT PP Urban. Ia juga aktif menulis, meneliti, dan terlibat dalam forum strategis terkait kebijakan energi dan pembangunan berkelanjutan.

7. Johni Jonatan Numberi (Akademisi)

Akademisi kelahiran Sorong (1976) yang fokus pada pengembangan energi dari kawasan Indonesia Timur. Ia meraih Doktor Teknik Mesin dari Universitas Indonesia, Magister Teknik dan Profesi Insinyur dari UGM, serta Sarjana Teknik Mesin dari Universitas Negeri Manado.

Berpengalaman memimpin institusi pendidikan teknik, antara lain sebagai Dekan Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih (2020–2024) dan sebelumnya Pembantu Dekan. Aktif di organisasi profesi seperti Koordinator Wilayah Papua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) serta pengurus berbagai asosiasi teknik mesin nasional.

Bidang keahliannya meliputi energi terbarukan, rekayasa mesin, dan manajemen konstruksi, dengan pengalaman pelatihan internasional di Belanda dan Jepang. Ia juga lulusan Lemhannas RI (2023) serta peraih penghargaan Satyalancana Karya Satya 10 Tahun (2022) dan Dosen Terbaik Uncen (2020).

8. Surono (Konsumen)

Pakar geofisika dan mitigasi bencana kelahiran Sidareja (1955) dengan reputasi nasional dan internasional. Ia meraih Doktor Geofisika dari Université de Chambéry, Prancis serta gelar master dari Université de Grenoble, setelah sebelumnya lulus Sarjana Fisika dari ITB. Keilmuannya berfokus pada vulkanologi, geofisika, dan kebencanaan geologi.

Kariernya panjang di sektor pemerintahan dan kebencanaan, antara lain sebagai Kepala Badan Geologi (2014–2015), Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi/PVMBG (2006–2013), serta Staf Ahli Menteri ESDM bidang tata ruang dan lingkungan. Ia juga pernah menjadi perwakilan Indonesia di asosiasi vulkanologi internasional.

Atas kontribusinya, Surono menerima berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Knight of the Legion of Honor dari Pemerintah Prancis (2015), Bintang Jasa Utama dari Presiden RI (2011), serta sejumlah penghargaan nasional di bidang kebencanaan dan pendidikan tinggi.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BMKG: Gelombang Tinggi Capai 4 Meter Berpotensi Terjadi di Sejumlah Perairan pada 28-31 Januari 2026
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Pengumuman! Merger 3 Anak Usaha Pertamina Tuntas 1 Februari 2026
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Duduk Perkara Pedagang Es Gabus Kemayoran yang Berujung Kekerasan dan Trauma Berjualan
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Menag Sebut Pembentukan Ditjen Pesantren Butuh Anggaran Rp12,6 Triliun
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Menteri ESDM Bahlil Respons Soal Isu Reshuffle Kabinet: Itu Hak Prerogatif Presiden | SAPA MALAM
• 6 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.