Dua Jenazah Ditemukan, Tim SAR Hadapi Cuaca Ekstrem di Cisarua

kompas.id
4 jam lalu
Cover Berita

NGAMPRAH, KOMPAS - Cuaca ekstrem melanda lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (28/1/2026). Upaya pencarian korban oleh tim SAR gabungan berulang kali terhenti.

Bencana tanah longsor dan banjir bandang terjadi di Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir Kuda RT 005 RW 011 Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026) pekan lalu pukul 03.00 WIB.

Pada waktu bersamaan Longsor juga terjadi di dua desa kecamatan Lembang, yakni Desa Sukajaya dan Desa Sukadami.

Dari pantauan Kompas di lokasi longsor, hujan disertai angin kencang dan kabut terjadi sejak Rabu pagi. Tim SAR gabungan yang berjumlah 3.229 diterjunkan sekitar pukul 07.00 untuk mencari 30 korban yang masih tertimbun longsor.

Tim SAR gabungan terdiri dari aparat TNI/Polri, Basarnas, para pelajar, komunitas relawan hingga Viking yang merupakan komunitas suporter Persib Bandung.

Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua jenazah pada pukul 11.06 dan 16.00 WIB. Cuaca ekstrem menyebabkan operasi pencarian dihentikan dua kali.

Baca JugaTrauma Longsor Cisarua Tak Usai Jua, Tua Muda Pun Kena

Fredik Sinaga (30), anggota SAR dari Komunitas Relawan Independen asal Semarang, Jawa Tengah, mengaku cuaca ekstrem menjadi tantangan terberat untuk menemukan para korban yang masih tertimbun longsor.

"Hujan deras menyebabkan adanya aliran air di lokasi pencarian. Hal inilah yang berpotensi mengakibatkan terjadi longsor susulan," ujarnya.

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Bandung Muhammad Adip saat ditemui di lokasi longsor mengatakan, upaya pencarian pada hari kelima mempertimbangkan faktor keselamatan tim SAR di lapangan. Hujan yang deras berpotensi membahayakan para relawan.

"Pada hari kelima, operasi pencarian dihadapkan dengan hujan yang intens sehingga berpotensi longsor susulan yang membahayakan tim SAR di lapangan," kata Adip.

Ia menambahkan, upaya pencarian akan dilanjutkan setelah cuaca kembali membaik. Adapun sebanyak 53 kantong jenazah telah dievakuasi.

Sebanyak 38 jenazah telah teridentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar. Ada 29 korban belum ditemukan.

Masih terjadi

Data prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat masih dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat hingga Kamis (29/1/2026). Sudah 14.741 warga Jabar terdampak bencana alam selama sepekan terakhir.

Kepala Stasiun Klimatologi Jabar Rakhmat Prasetya mengatakan, adanya potensi cuaca ekstrem sejak 23 Januari hingga Kamis esok. Hal ini ditandai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

"Suhu air muka laut yang hangat di sekitar perairan Indonesia berperan sebagai sumber suplai uap air termasuk ke wilayah Jabar. Selain itu adanya belokan angin dan daerah konvergensi berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan,” ujar Rakhmat.

Ia menuturkan, BMKG memprakirakan curah hujan hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat dapat disertai petir dan angin kencang melanda sebagian wilayah dari 27 kabupaten kota tersebut.

Rahkmat mengimbau masyarakat mewaspadai potensi banjir, banjir bandang, tanah longsor angin kencang dan pohon tumbang.

Baca JugaJabar Diguyur Hujan Sangat Lebat hingga Kamis, Bencana Mengintai 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BNN Ingatkan Dampak Penyalahgunaan Gas Tertawa: Bisa Rusak Saraf hingga Kematian
• 23 jam lalukatadata.co.id
thumb
MSCI Bikin IHSG Ambruk 6,8%, Analis Ramai-Ramai Bilang Gini
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Cara PB Djarum Agar Atlet Muda Gak Star Syndrome: Beri Pengertian Bersikap
• 46 menit lalukumparan.com
thumb
Cara Daftar Mudik Gratis Banten Dibuka 18 Februari 2026, Persiapkan Data Dokumen dari Sekarang!
• 7 jam laludisway.id
thumb
Pakar Hukum Soroti Terpilihnya Adies Akdir sebagai Hakim MK, Dinilai Minim Transparansi
• 6 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.