(Magang) Kota Semarang Persiapkan Peta Jalan Blue-Green Infrastructure, Targetkan Implementasi di 2028

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SEMARANG – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang tengah menyusun peta jalan atau roadmap penerapan Blue-Green Infrastructure (BGI) sebagai dokumen perencanaan sektoral untuk memperkuat ketahanan kota terhadap banjir. Strategi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Kota Semarang dalam mengarusutamakan pembangunan infrastruktur berdasarkan solusi berbasis alam.

Kepala Bidang Perencanaan Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Bappeda Kota Semarang Johanes Adhi Nugroho mengungkapkan bahwa peta jalan pembangunan berbasis BGI akan menjadi panduan bagi para pemangku kepentingan dalam mengintegrasikan unsur air (biru) dan vegetasi (hijau) dalam proyek pembangunan infrastruktur kota.

“Blue print pembangunan berbasis BGI ini mencoba untuk mengintegrasikan unsur air dan vegetasi agar dalam proses pembangunan dapat meniru ekosistem alami, agar terjadi keseimbangan antara biru dan unsur hijau yang salah satu dampaknya adalah dapat meminimalkan kejadian banjir,” ujar Johanes pada sesi Focus Group Discussion Penerapan BGI di Kota Semarang pada Selasa (27/1/2026).

Johanes menjelaskan, penyusunan peta jalan ini diselaraskan dengan tema Peningkatan Infrastruktur Strategis dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2028.

Perencanaan pembangunan infrastruktur fisik yang matang di tahun 2027 diharapkan sudah mengandung elemen BGI, sehingga pada tahun 2028, saat tema RPJMD berfokus pada infrastruktur, implementasi BGI dapat dilakukan secara masif dan terstruktur.

Dalam kesempatan yang sama, Peneliti Loughborough University sekaligus promotor proyek Blue-Green Infrastructure in Semarang (BuGIS) Robby Soetanto menjelaskan BGI sebagai konsep infrastruktur yang menyatukan elemen vegetasi dan pengelolaan air untuk menciptakan keseimbangan di lingkungan perkotaan.

Dalam penerapannya, Robby menjelaskan BGI dapat diwujudkan dalam infrastruktur fisik di ruang publik atau permukiman, seperti bioswale, landscape pond, dan permeable pavement. Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi risiko banjir dengan mengoptimalisasikan resapan air.

“Pertumbuhan perkotaan seringkali tidak terlalu menggubris keperluan mengenai ruang hijau-hijau dan permukaan tanah menjadi impermeable (kedap air) dan itu efeknya beban drainasenya lebih tinggi, runoff-nya juga besar yang menimbulkan erosi,” ungkap Robby.

Penerapan BGI yang efektif juga diharapkan dapat mengubah pola penanganan banjir dari yang semula reaktif menjadi lebih terencana. "Kalau masalah perkotaan misalnya banjir, kita kena banjir, baru bingung, tapi kalau BGI itu diterapkan sebelum banjir, kita sudah mengurangi resiko banjir lebih dulu,"  jelas Robby.

Selain itu, Robby menegaskan keberhasilan pembangunan BGI ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat dari tingkat paling bawah. "Jadi kalau kita mau mempromosikan BGI itu yang inklusif, jadi memang karakter BGI itu tidak cuma top-down, tapi juga bottom-up, jadi melibatkan masyarakat dari bawah, yang harus sadar bahwa BGI itu penting," ujarnya.

Selain mengatasi permasalahan lingkungan, Robby menjelaskan BGI dapat mendukung ketahanan pangan masyarakat kota melalui hasil pertanian yang berkesinambungan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. "BGI selain memberikan solusi berkelanjutan untuk masalah perkotaan seperti banjir, polusi udara, pemanasan daerah perkotaan, juga bisa memberikan manfaat lainnya, misalnya ketahanan pangan dari hasil pertanian perkotaan," pungkasnya. (Muhammad Robith Faizi)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rahasia Masa Remaja Planet, Teleskop ALMA Potret Tabrakan Antar Planet
• 10 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Wacana Polri di Bawah Kementerian Dinilai Kemunduran Reformasi dan Konstitusionalisme
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Polres Pidie Jaya Salurkan 200 Al-Quran ke Pesantren Terdampak Banjir untuk Dukung Pemulihan Pendidikan Keagamaan
• 21 jam lalupantau.com
thumb
KPK Mendalami Peran Pejabat DJP terkait Kasus Suap Perpajakan
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Eks Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Jejen Diduga Terima Uang dari Ade Kuswara
• 21 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.