JAKARTA, DISWAY.ID-- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta Satpol PP untuk menertibkan penjual obat keras ilegal jenis Tramadol di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Diketahui, penjualan obat keras yang termasuk dalam golongan G tersebut marak di kawasan Tanah Abang.
BACA JUGA:IHSG Anjlok 8%, Airlangga Buka Opsi Evaluasi BEI
BACA JUGA:Airlangga Bantah IHSG Anjlok Akibat Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
Berdasarkan pengamatan Disway.id belum lama ini, terlihat para pengedar menjual Tramadol secara terang-terangan di jembatan Jalan KS Tubun.
Sore itu tampak mereka berjejer di atas jembatan menawarkan Tramadol pada pengendara yang melintas.
Video aksi penjualan Tramadol secara terang-terangan itu juga diviralkan oleh akun Instagram @jejakpos.id.
Dalam video terlihat dua pria mengenakan Jaket hoodie berwarna hitam, berjalan sambil membawa Tramadol di tengah keramaian aktivitas pasar di kawasan Tanah Abang.
BACA JUGA:Tips Atasi Bau Ketiak Pakai Deodoran, Solusi Tampil Pede Seharian
BACA JUGA:PalmCo Serap 3.25 Juta Ton TBS Petani Sepanjang 2025
Menanggapi hal itu, Pramono mengaku dirinya sudah mengetahui terkait peredaran obat Tramadol secara ilegal di Tanah Abang.
"Kami akan tertibkan, saya akan minta Satpol PP untuk menertibkan itu," tegas Pramono di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu, 28 Januari 2025.
Terpisah, Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan mengatakan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan kepolisian untuk melakukan penindakan terhadap pengedar Tramadol.
BACA JUGA:Bahlil Jadi Ketua Harian, Sejumlah Menteri Masuk Kepengurusan Dewan Energi Nasional
BACA JUGA:Pandji Pragiwaksono 'Dikepung' 6 Laporan ke Polisi, Tak Terima Konten Mens Rea
"Ya kita akan lakukan nanti, ke depannya kan harus koordinasi dulu dengan BPPOM, kemudian dengan kepolisian, secara berkala juga pasti melakukan penertiban," tegas Satriadi saat dikonfirmasi.
Satriadi mengungkapkan, pihaknya bersama pihak berwenang sudah secara rutin melakukan penindakan terhadap pengedar obat keras tersebut khususnya di wilayah Tanah Abang.
"Itu rutin kok. Hal-hal yang rutin kita laksanakan," pungkasnya.



