Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Ekonomi sekaligus Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali pulih dalam waktu dekat setelah mengalami tekanan akibat sentimen negatif pasar.
Hal tersebut disampaikan Purbaya usai menghadiri pelantikan delapan Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) periode 2026–2030 di Istana Negara, Rabu (28/1/2026).
Menurut Purbaya, pelemahan IHSG saat ini lebih disebabkan oleh efek kejut (shock) jangka pendek, terutama akibat persepsi negatif terkait transparansi dan struktur pasar modal Indonesia.
“Ini kan masih shock. Besok kan flat. Minggu depan lah Anda lihat minggu depan,” ujar Purbaya.
Lebih lanjut, dia menegaskan pemerintah lebih fokus memperkuat fundamental ekonomi dibandingkan mengejar pergerakan indeks jangka pendek.
“Saya sebetulnya enggak peduli indeks. Kalau fundamental ekonominya bagus, di sana otomatis naik,” katanya.
Baca Juga
- Purbaya: Bea Keluar Batu Bara Masuk Tahap Final, Berlaku Surut Januari 2026
- IHSG Hari ini Jeblok, Purbaya: Seluruh Syarat MSCI Pasti Dipenuhi
- Purbaya Pastikan Fundamental Ekonomi RI Kuat: Fiskal dan Moneter Lebih Sinkron
Purbaya menjelaskan tekanan terhadap IHSG muncul setelah muncul anggapan bahwa pasar saham Indonesia kurang transparan dan memiliki tingkat free float yang rendah, sehingga membuka ruang bagi praktik manipulasi harga.
“Kita tidak dianggap transparan, free floating-nya nggak cukup besar, sehingga bisa dipermainkan harganya. Banyak 'penggoreng-penggoreng' di pasar saham yang bebas berkeliaran untungnya banyak, sementara investor kecil mungkin sebagian dirugikan,” ujarnya.
Terkait kemungkinan intervensi pemerintah ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Purbaya menyatakan telah meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan konfrontasi dan pembenahan internal.
“Saya sudah minta ke OJK untuk konfrontasi dengan BEI. Sekarang kita biarkan mereka kerja dulu,” tegasnya.
Namun, ia memberikan batas waktu tegas. Apabila pembenahan tidak menunjukkan hasil hingga akhir Maret, Purbaya menyatakan siap turun langsung sebagai Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
“Kalau sampai akhir Maret nggak jalan, saya akan ke sana sebagai ketua KSSK,” katanya.
Menanggapi anggapan soal kurangnya transparansi BEI, Purbaya menilai masalah utama pasar saham selama ini adalah praktik spekulasi berlebihan yang belum dibereskan secara optimal.
“Dari awal saya bilang, perbaiki pasar saham dari ulah para penggoreng saham. Sebetulnya arahnya ke situ,” ujarnya.
Kendati demikian, Purbaya memastikan pemerintah bersama OJK akan menuntaskan seluruh catatan yang disoroti oleh lembaga indeks global MSCI sebelum Mei 2026.
“Saya sudah cek dengan Ketua OJK, semuanya akan dibereskan sebelum Mei,” kata dia.
Dengan langkah perbaikan tersebut, Purbaya justru menilai kondisi saat ini sebagai momentum yang baik bagi investor.
“Kalau saya bilang sih, ini kesempatan baik untuk investasi. Karena kemarin terlalu tinggi,” pungkasnya.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.




