BEI Targetkan Penuhi Permintaan MSCI Sebelum Mei 2026

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Permintaan MSCI adalah transparansi data terkait porsi kepemilikan saham antara pemegang perorangan dan non perorangan di sebuah perusahaan tercatat.

BEI Targetkan Penuhi Permintaan MSCI Sebelum Mei 2026. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman menargetkan dapat memenuhi permintaan lembaga indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait data perusahaan tercatat di Indonesia rampung sebelum Mei 2026.

Hal ini sebagai respons BEI terhadap kebijakan MSCI yang membekukan sementara rebalancing saham-saham Indonesia. 

Baca Juga:
IHSG Turun 8 Persen, CEO Danantara Dorong BEI Tindaklanjuti Permintaan MSCI

Iman menjelaskan, salah satu permintaan MSCI adalah kelengkapan dan transparansi data terkait porsi kepemilikan saham antara pemegang perorangan dan non perorangan di sebuah perusahaan tercatat. Jika permintaan tersebut tidak dipenuhi, saham di Indonesia terancam turun kasta dari emerging market menjadi frontier market.

"Kita sedang formulasikan, apa yang bisa kita berikan. Nah ini yang nanti diskusi itu akan berjalan sampai dengan kita harapkan sebelum bulan Mei," ujarnya dalam konferensi pers di gedung Bursa Efek Indonesia, Rabu (28/1/2026).

Baca Juga:
Tantangan Menanti di Juni Mendatang Usai Rebalancing MSCI untuk Saham RI Dibekukan

Pada kesempatan yang sama, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy menambahkan, pihaknya akan memperbaharui aturan terkait transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia. Hal ini menyusul permintaan data yang mendetail dari indeks global MSCI.

Baca Juga:
IHSG Turun hingga 8 Persen Imbas Pengumuman MSCI, Purbaya Beri Respons Begini

Saat ini Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan BEI menyajikan 9 jenis data investor dari kepemilikan individu, reksa dana, korporasi dan lainnya. Selanjutnya dari kepemilikan tersebut dibagi menjadi dua kelompok, yaitu asing dan domestik, serta pengelompokan pemilik di bawah 5 persen dan di atas 5 persen.

Dia menargetkan, penyesuaian klasifikasi jenis investor ini dapat rampung sebelum Mei mendatang. Sehingga pada Juni tidak ada sentimen pasar yang berpengaruh dalam terhadap pergerakan indeks pasca rilis MSCI.

"Jadi poin yang paling penting adalah, data yang disajikan oleh kita di Indonesia, baik dari perusahaan tercatat maupun KSEI, Insyaallah data yang benar dan akurat. Cuma sekarang mungkin karena kebutuhan data (MSCI) ini belum match (sesuai keinginan)," kata dia.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
(Magang) Kota Semarang Persiapkan Peta Jalan Blue-Green Infrastructure, Targetkan Implementasi di 2028
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Jaksa Ultimatum Eks Stafsus Nadiem di Sidang Korupsi Chromebook
• 19 jam laluidntimes.com
thumb
Warga Sleman Jadi Tersangka Usai Kejar Penjambret, Kapolresta Akui Salah dan Minta Maaf
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Indonesia-Sarawak Bentuk Satgas Percepat Penempatan Migran
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Luka Hati Sudrajat Penjual Es Kue Jadul yang Sulit Terobati
• 9 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.