Piala Dunia 1938: Diwarnai Skor Besar, Korbannya Hindia Belanda dan Kuba

tvrinews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Irfan Sudrajat

TVRINews - Jakarta, Indonesia

Tim Hindia-Belanda bukan satu-satunya tim yang kalah dengan skor telak di Piala Dunia 1938.

Piala Dunia 1938 merupakan Piala Dunia edisi ketiga setelah 1930 dan 1934. Di Piala Dunia ini, Italia tampil sebagai juara setelah mengalahkan Hungaria.

Tampilnya Italia sebagai juara di Piala Dunia 1938 yang digelar di Prancis ini membuat Gli Azzurri menjadi tim pertama yang juara dua kali secara beruntun setelah meraihnya di tahun 1934 saat mereka sebagai tuan rumah.

Tidak terlalu berbeda dengan Piala Dunia 1934, Piala Dunia 1938 ini juga diwarnai dengan tim Italia yang datang di bawah pengaruh fasisme pemimpin negara mereka, Benito "Il Duce" Mussolini.

Meski Piala Dunia 1938 digelar di Prancis, Italia justru tidak takut memperlihatkan pesan Benito Mussolini. Seperti saat lawan memperlihatkan cara hormat ala fasis.

Mereka juga mengenakan kostum (di zaman itu kostum seperti kemeja) hitam, warna yang memang identik dengan fasisme Benito Mussolini.

Sukses Italia juara Piala Dunia dalam dua edisi beruntun memang tidak terlepas dari pengaruh kuat sang Diktator Italia tersebut. Bahkan jelang final Piala Dunia 1938 sebelum lawan Hungaria, Timnas Italia mendapatkan telegram dari pemimpin mereka itu.

Isi surat dari telegram tersebut ada ancaman dengan kalimat "Menang atau mati!" (Vincere o morire!). Namun kemudian, tim Italia menyebut pesan tersebut sebagai pesan dukungan ketimbang ancaman mati.

Italia kemudian memang menang di final yang digelar pada 19 Juni 1938 tersebut di Olyimpique de Colombes (Paris). Gli Azzurri memukul Hungaria 4-2 lewat gol Gino Colaussi dan Silvio Piola yang masing-masing mencetak dua gol.

Sedangkan Timnas Hungaria hanya mencetak dua gol melalui Pal Titkos dan Gyorgy Sarosi. Hungaria berhasil ke final merupakan pencapaian yang mengesankan setelah debut mereka di ajang ini pada Piala Dunia 1934.

Hungaria juga tim yang ke final setelah mematahkan lawan-lawan mereka di fase knockout, termasuk menggulung Tim Dutch East Indies atau Hindia Belanda di laga pertama yaitu 16 besar.

Tim Asia Pertama

Dutch East Indies atau Hindia Belanda adalah Tim Indonesia yang ketika itu terdiri dari para pemain asal Indonesia namun kebanyakan memiliki darah Belanda dan Cina. Tim Hindia Belanda di Piala Dunia 1938 ini menjadi bagian yang menarik karena inilah untuk pertama kalinya ada tim dari Asia tampil di Piala Dunia.

Timnas Hindia Belanda saat itu di bawah asuhan Johan Mastenbroek, pelatih yang berasal dari Belanda yang kemudian menjadi Ketua Persatuan Sepak Bola Belanda-Hindia Timur dan Wakil Presiden Komite Olimpiade Hindia-Belanda.

Dutch East Indies adalah sebutan untuk Indonesia pada masa itu yang merupakan bagian dari wilayah jajahan Belanda. Karena itu pula, kehadiran Tim Hindia Belanda di Piala Dunia 1938 tersebut bukan atas izin atau prakarsa PSSI melainkan Persatuan Sepak Bola Belanda-Hindia Timur.

Persatuan Sepak Bola Belanda-Hindia adalah organisasi sepak bola yang berada di bawah naungan pemerintahan Belanda yang tidak diakui PSSI tentunya saat itu. Seperti diketahui, PSSI sudah berdiri sejak tahun 1930 atau delapan tahun sebelum digelarnya Piala Dunia 1938.

Tim Hindia Belanda tampil di Piala Dunia 1938 ini pun sebagai tim pengganti dari Jepang yang tidak dapat tampil karena situasi politik negara mereka dan masalah transportasi. Jadi dapat ditebak bahwa kehadiran Tim Hindia Belanda bukan sebagai salah satu tim yang kompetitif.

Hasilnya, Tim Hindia Belanda digulung Hungaria dengan skor 0-6. Enam gol Timnas Hungaria dalam 16 besar tersebut tercipta dari Vilmos Kohut di menit ke-13, lalu Geza Toldi (15), Gyorgy Sarosi (25 dan 89), serta Gyula Zsengeller (30 dan 76).

Timnas Hindia Belanda ketika itu datang dengan para pemain dari suku Jawa, Maluku, Tionghoa, dan Indo-Belanda. Ada nama seperti Sutan Anwar yang kelahiran Padang, lalu Achmad Nawir yang juga asal Agam, Sumatra Barat atau Isaak Pattiwael, Suvarte Soedarmadji, M.J. Hans Taihuttu, atau Tan Hong Djien.

Pesta Gol

Kekalahan Timnas Hindia Belanda bukanlah satu-satunya skor telak yang terjadi di Piala Dunia 1938 ini. Timnas Kuba yang juga merupakan debutan di Piala Dunia tahun itu pun digulung oleh tim asal Eropa, Swedia dengan skor lebih telak, kalah 0-8.

Kekalahan tersebut terjadi di perempat final. Kuba melangkah ke perempat final setelah di 16 besar mereka membuat kejutan dengan kemenangan 2-1 di laga ulang (replay).

Pertandingan menghadapi Rumania di 16 besar memang harus diulang setelah di pertandingan pertama kedua tim mengakhiri laga dengan skor imbang, 3-3.

Fase 16 besar di Piala Dunia 1938 diwarnai dengan penambahan waktu. Dari tujuh pertangdingan 16 besar, lima di antaranya perpanjangan waktu (dua replay).

Di fase ini juga ditandai dengan Timnas Swedia yang menang bye karena lawan mereka, Austria, tidak dapat mengikuti Piala Dunia 1938 ini. Austria saat itu menjadi negara yang dalam invasi Jerman pada Maret 1938 atau beberapa bulan sebelum digelarnya Piala Dunia 1938.

Dengan situasi tersebut, Swedia pun akhirnya langsung lolos ke perempat final yang kemudian membuat mereka berhasil menang besar atas Kuba dengan skor 8-0 itu. Piala Dunia 1938 bergulir setahun sebelum pecahnya Perang Dunia Ke-2 yang terjadi pada 1939 hingga 1945.

Karena perang dunia itu pula, setelah Piala Dunia 1938 tidak ada lagi Piala Dunia sampai turnamen ini kemudian hadir kembali pada 1950. Dalam Piala Dunia 1938 ini, diikuti 15 tim yang terdiri dari 12 tim Eropa yaitu Belgia, Cekoslowakia, Prancis (tuan rumah), Jerman, Hungaria, Italia (juara bertahan), Belanda), Norwegia, Polandia, Rumania, Swedia, dan Swiss.

Sedangkan satu-satunya tim dari Amerika Selatan adalah Brasil. Uruguay dan Argentina menolak tampil di Piala Dunia 1938 karena mereka keberatan turnamen ini kembali digelar di negara Eropa.

Sedangkan tim dari Amerika Utara, tengah, dan Karibia diwakili oleh Kuba. Lalu Asia dengan Tim Hindia Belanda. Format turnamen Piala Dunia 1938 ini tetap menggunakan knockout seperti 1934.

Di 16 besar, Italia menang atas Norwegia (2-1), Prancis mengalahkan Belgia (3-1), Brasil menang 6-5 atas Polandia, lalu Cekoslowakia menekuk Belanda 3-0. Hungaria menggilas Hindia Belanda 6-0, Swiss menang 4-2 atas Jerman di laga replay, dan Cuba menang 2-1 juga di laga replay.

Ada sejumlah laga yang sangat menarik dari Piala Dunia 1938 ini. Selain duel final antara Italia vs Hungaria, laga Brasil vs Cekoslowakia pada 12 Juni 1938 juga menjadi catatan dalam sejarah turnamen ini.

Laga tersebut kemudian dikenal dengan The Battle of Bordeaux, mengambil tempat dari pertandingan ini digelar. Pertandingan tersebut ditandai dengan jalannya pertandingan yang kasar.

Pelanggaran yang berulang, sejumlah pemain yang cedera, dan ditandai dengan tiga kartu merah. Pertandingan ini menjurus brutal yang berakhir 1-1 di waktu normal dan kemudian dilakukan replay di mana Brasil menang 2-1.

Laga yang melibatkan Brasil di fase sebelumnya yaitu 16 besar lawan Polandia juga menarik karena menghadirkan pertandingan atraktif dari sisi permainan kedua tim. Total terjadi 11 gol di laga tersebut (Brasil 6 gol, Polandia 5 gol). Dalam laga tersebut, pemain Timnas Polandia yaitu Ernst Wiliwoski mencetak hattrick, sedangkan bintang Brasil yaitu Leonidas menorehkan empat gol ke gawang Polandia.

Editor: Irfan Sudrajat

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mantan Ibu Negara Korsel Kim Keon Hee Divonis Hukuman 20 Bulan Penjara
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Gempa Hari Ini Guncang Enggano Bengkulu, Cek Magnitudonya!
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
Tren Seduh Kopi di Rumah Menguat, Konsumen Cari Pengalaman Personal
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
LSF Ingin Gratiskan Pengurusan Sensor Film yang Bersifat Edukatif
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Astra UD Trucks dan Pertamina Patra Niaga Teken MoU Terkait Penguatan Keandalan Logistik Energi Nasional
• 12 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.