Airlangga Minta Investor Tak Panik Usai IHSG Melemah Merah

kompas.com
15 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta investor tidak panik usai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah.

Menurutnya, risiko ini merupakan konsekuensi investasi saham yang sudah lumrah.

"Ya enggak perlu panik. Kalau saham kan risikonya tiap hari ada yang naik ada yang turun," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).

Baca juga: IHSG Ambruk 8 Persen dan Kena Trading Halt, Pengamat Soroti Gejolak Global

Airlangga menilai, pelemahan IHSG tidak ada kaitannya dengan penetapan Thomas Djiwandono menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Pelemahan secara teknikal terjadi karena pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait pembekuan sementara seluruh peningkatan Faktor Inklusi Asing atau Foreign Inclusion Factor (FIF) serta Jumlah Saham atau Number of Shares (NOS) untuk sekuritas Indonesia.

"Pertama ada teknikal MSCI, kedua tentu dari BEI bursa itu perlu untuk melakukan evaluasi," ucap dia.

Baca juga: IHSG Ditutup Melemah 7,35 Persen ke Level 8.320,56

Menurut Airlangga, Bursa harus melakukan evaluasi sesuai dengan yang diminta MSCI.

Termasuk kata dia, mengenai transparansi yang merupakan persyaratan utama bagi seluruh penyelenggara pasar modal.

"Evaluasi mengenai apa yang diminta MSCI. Tentu kalau transparansi itu persyaratan bagi seluruh penyelenggara pasar modal. Jadi itu bisa dilakukan improvement dengan mekanisme yang sudah banyak dipraktikkan banyak negara," beber dia.

Baca juga: Apa Itu MSCI Index, Mengapa Jadi Barometer Investor?

Di sisi lain, ia akan memonitor dan berdiskusi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga pengawas pasar saham.

"IHSG nanti kami monitor dan akan dirapatkan mungkin dengan OJK dan yang lain, besok lah kita jadwalkan," jelasnya.

Menteri Investasi: MSCI ingin BEI lebih transparan

Sementara itu, Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani menambahkan, MSCI mengharapkan Bursa Efek Indonesia (BEI) jauh lebih transparan dan lebih akuntabel.

Sementara itu, fundamental perusahaan yang melantai di bursa tergolong sangat baik.

"Jadi ini kita tindak lanjuti segera, karena ini masalah transparansi dan akuntabilitas. Kalau fundamental dari perusahaan-perusahaan kita ini sangat baik. Tetapi kita ketahui MSCI adalah acuan dari para investor dunia pada saat dia berinvestasi di negara-negara. Nah, itu tentunya kita harus segera tindak lanjuti mengenai masukan dari MSCI," tandas Rosan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sebelumnya diberitakan, IHSG tertekan tajam pada perdagangan Rabu (28/1/2026). Tekanan datang dari sentimen negatif pengumuman MSCI yang membekukan sementara perubahan indeks untuk sekuritas Indonesia.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Duel Borussia Dortmund vs Inter Milan di Liga Champions Sedang Berlangsung, Ini Link Live Streaming
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Israel Larang Jurnalis Asing Masuk Gaza
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
Penjelasan Lengkap BMKG, Kondisi Musim Kemarau Tahun 2026-Jadwal di RI
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Dibanding Bitcoin (BTC), Tether Nyatanya Lebih Pilih Investasi di Emas
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Puluhan Kendaraan Disita dari Penggerebekan Gudang di Sidoarjo, Motor hingga Mobil
• 8 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.