Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengungkap biang kerok biaya konstruksi Tol Serang-Panimbang yang dikabarkan meningkat hingga Rp1,6 triliun imbas adanya temuan konstruksi yang perlu dibenahi.
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Roy Rizali Anwar memastikan bahwa konstruksi Tol Serang - Panimbang tidak akan mangkrak meski mengalami peningkatan biaya investasi.
"Tidak, tidak akan mangkrak terus berjalan," kata Roy saat ditemui di Kompleks DPR RI, Selasa (27/1/2026).
Pada saat yang sama, pihaknya menjelaskan bahwa peningkatan biaya konstruksi itu terjadi lantaran bertambahnya kebutuhan biaya untuk pengadaan lahan. Di mana, saat ini Kementerian PU tengah mengkaji secara lebih lanjut lahan yang akan digunakan dalam rangka memastikan ketahanan konstruksi Tol Serang - Panimbang.
Meski demikian, Kementerian PU mengaku belum memiliki angka pasti mengenai berapa biaya investasi tambahan dari rencana pendalaman desain tersebut.
Konstruksi Molor - Biaya BengkakUntuk diketahui, konstruksi Tol Serang - Panimbang telah dimulai secara bertahap terhitung sejak 2017 untuk Seksi 1 (Serang - Rangkasbitung). Di mana, seksi ini telah rampung dan beroperasi pada 2021.
Sementara itu, konstruksi Seksi 2 (Rangkasbitung - Cileles) dan Seksi 3 (Cileles - Panimbang) hingga saat ini masih berlangsung. Padahal semulanya, pemerintah menargetkan ruas ini akan tersambung penuh pada akhir 2024.
Berdasarkan catatan Bisnis, semulanya konstruksi Serang - Panimbang Seksi 1 memakan biaya Rp3,622 triliun, Seksi 2 Rp2,57 triliun, dan Seksi 3 Rp4,62 triliun. Dengan demikian, total biaya konstruksi tol tersebut awalnya ditetapkan sebesar Rp7,20 triliun.
Akan tetapi, dalam perkembangannya pembangunan tol ini dilaporkan membutuhkan anggaran lebih mencapai Rp1,6 triliun. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Sofwan Dedy Ardyanto.
"Biaya baru ini supaya selesai masih defisit Rp1,6 triliun. Siapa yang harus tanggung Rp1,6 triliun ini? Situasi kondisi keuangan negara lagi nggak baik-baik saja," kata Sofwan dalam unggahan di akun YouTube DPR RI, Selasa (27/1/2026).
Menurutnya, keterlambatan tersebut dipicu oleh banyaknya variabel masalah. Salah satunya, adanya perubahan desain di tengah jalan guna menyesuaikan temuan teknis di lapangan.
Hal tersebut lantas dianggap sebagai indikasi kuat bahwa proses perencanaan awal proyek Tol Serang - Panimbang tidak dilakukan secara matang oleh pihak-pihak terkait.
Untuk itu, anggota DPR RI menekankan agar setiap elemen yang terlibat dalam pembangunan Tol Serang - Panimbang kembali fokus dan serius dalam mengejar ketertinggalan progres.



