Begini Kegiatan UT Makassar Gelar Peringatan Isra Mikraj

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Universitas Terbuka (UT) Makassar menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang berlangsung khidmat dan penuh makna. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi spiritual bagi civitas akademika UT Makassar, sekaligus penguatan nilai-nilai kedisiplinan dalam pelaksanaan pendidikan jarak jauh.

Rangkaian acara dibuka secara resmi oleh Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, S.E., M.M., dengan mengangkat tema “Salat sebagai Perintah Langsung Allah SWT dan Fondasi Disiplin dalam Pendidikan Jarak Jauh.”

Dalam sambutannya, Prof. Abdul Rahman menekankan bahwa peristiwa Isra Mi’raj bukan sekadar perjalanan spiritual Rasulullah SAW, melainkan tonggak penting dalam pembentukan karakter umat Islam melalui kewajiban sholat lima waktu.

“Salat adalah satu-satunya ibadah yang diperintahkan secara langsung oleh Allah SWT tanpa perantara. Ini menunjukkan betapa sentralnya salat dalam kehidupan seorang Muslim. Nilai kedisiplinan, konsistensi, dan tanggung jawab yang terkandung dalam sholat sangat relevan dengan semangat belajar mandiri dalam sistem pendidikan jarak jauh yang diterapkan UT,” ujar Prof. Abdul Rahman Rahim.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur UT Makassar juga menyinggung secara singkat makna perjalanan agung Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mi’raj, yakni perjalanan dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestina yang dikenal sebagai Isra, serta perjalanan naik ke Sidratul Muntaha yang disebut Mi’raj.

Dalam perjalanan itu, Rasulullah SAW ditemani Malaikat Jibril dan bertemu dengan para nabi terdahulu, hingga akhirnya menerima perintah salat lima waktu bagi umat Islam.

Acara inti diisi dengan tausiah oleh Dr. KH. Abbas Baco Miro, Lc., M.A., yang menyampaikan ceramah mendalam dan reflektif mengenai hakikat peringatan Isra Mi’raj.

Dalam ceramahnya, KH. Abbas menegaskan bahwa memperingati Isra Mi’raj tidak terbatas pada bulan Rajab semata, melainkan dapat dilakukan kapan saja sebagai sarana memperkuat keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT.

“Isra Mi’raj adalah peristiwa luar biasa yang sarat dengan pelajaran. Salah satunya adalah tentang usia Rasulullah SAW yang berkisar antara 60 hingga 70 tahun, yang mencerminkan bahwa usia umat Beliau pun tidak jauh dari rentang tersebut. Karena itu, waktu yang kita miliki seharusnya dimanfaatkan untuk memperbanyak amal dan meningkatkan kualitas ibadah,” ungkap KH. Abbas.

Ia juga menguraikan kembali perjalanan Rasulullah SAW menembus tujuh lapis langit, bertemu dengan para nabi terdahulu, hingga mencapai Sidratul Muntaha. Di tempat inilah, Rasulullah SAW menerima perintah sholat lima waktu sebagai kewajiban utama umat Islam.

“Salat adalah oleh-oleh terbesar dari peristiwa Isra Mi’raj. Jika sholat dijaga, maka hubungan manusia dengan Allah akan terpelihara, dan dari situlah lahir pribadi yang disiplin, jujur, dan bertanggung jawab dalam kehidupan, termasuk dalam menuntut ilmu,” tambahnya.

Peringatan Isra Mi’raj di UT Makassar ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai spiritual yang berdampak langsung pada peningkatan etos belajar dan integritas sivitas akademika dalam menjalankan pendidikan jarak jauh yang berkualitas dan berkarakter. (*)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Atalia Soroti Angka Pernikahan Turun: Saya Bukan Contoh Ya
• 11 jam laludetik.com
thumb
Resmi! EXO Masukkan Jakarta dalam Tur Dunia EXO PLANET #6 – EXhOrizon
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Proyek Pipa Gas Bumi Penghubung Jabar-Jatim Masuk Tahap Akhir!
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Meutya Hafid: Sebagian Besar Penipuan Online Berawal dari Nomor yang Identitasnya Tidak Jelas
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Pengeluaran Masih Nombok, Buruh Jakarta Desak Pramono Anung Revisi UMP 2026 di Depan Balai Kota
• 12 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.