Komisi VII DPR RI Tekankan Penguatan Literasi melalui Penyiaran Publik

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Redaksi TVRINews

TVRINews, Jakarta

Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Novita Hardini, menilai kondisi literasi dan kualitas sumber daya manusia (SDM) nasional berada pada level yang memerlukan perhatian serius. Penilaian tersebut disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI bersama jajaran pimpinan LPP TVRI, LPP RRI, dan LKBN ANTARA di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu, 28 Januari 2026 hari ini.

Dalam forum tersebut, Novita menekankan bahwa sektor-sektor strategis yang menjadi mitra Komisi VII mulai dari industri, pariwisata, ekonomi kreatif hingga media publik sangat bergantung pada kesiapan SDM. Namun menurutnya, rendahnya tingkat literasi menjadi persoalan mendasar yang berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi nasional.

“Ketika industri mengalami kekurangan SDM berkualitas, kita tidak bisa hanya menyalahkan pasar tenaga kerja. Pertanyaannya, apakah ekosistem pendidikan dan penyiaran publik sudah menjawab kebutuhan literasi bangsa?” kata Novita.

Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VII itu menilai lembaga penyiaran publik memiliki peran strategis dalam membangun kapasitas berpikir masyarakat. 

Ia juga mengingatkan, bahwa fungsi edukasi TVRI dan RRI tidak boleh tereduksi menjadi sekadar pelengkap informasi atau tayangan seremonial.

Menurut Novita, perubahan pola konsumsi media, khususnya di kalangan generasi muda, menjadi tantangan nyata bagi penyiaran publik. Dominasi konten hiburan instan di ruang digital, kata dia, harus diimbangi dengan inovasi program edukatif yang relevan dan mudah diakses.

“Negara harus hadir dengan konten yang tidak hanya informatif, tetapi juga membangun daya nalar. Penyiaran publik seharusnya menjadi instrumen kebijakan pendidikan nonformal,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar TVRI dan RRI membangun sinergi yang lebih substansial dengan kementerian terkait, terutama sektor pendidikan. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menjangkau wilayah dengan keterbatasan akses guru dan sarana belajar.

Novita turut mengungkap keprihatinannya atas temuan akademisi terkait rendahnya kemampuan literasi pelajar. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai sinyal serius yang tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan sektoral semata.

“Jika kualitas literasi stagnan, maka produktivitas nasional ikut terdampak. Ini bukan hanya isu pendidikan, tetapi isu pembangunan,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Novita menegaskan perlunya reposisi peran lembaga penyiaran publik sebagai bagian integral dari upaya pencerdasan bangsa.

“TVRI dan RRI harus kembali pada mandat utamanya, menjadi ruang belajar publik yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Editor: Redaktur TVRINews


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kemensos Tindaklanjuti Usulan Sekolah Rakyat di Baubau, Sukamara dan Aceh Besar
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Pemerintah Luncurkan Logo Imlek 2026: Kuda Lumping
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
Musisi Era 80-an, Ryan Kyoto, Meninggal Dunia
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
76 Titik di Surabaya Sudah Terapkan Parkir Digital
• 13 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Armada AS Masuki Timur Tengah, Iran Gelar Latihan Militer di Selat Hormuz
• 15 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.