Ini Perubahan yang Terjadi di Kulit saat Memasuki Usia 30 Tahun

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Memasuki umur 30-an, tubuh kita akan mengalami perubahan, tak terkecuali organ terbesar kita, yaitu kulit. Ini merupakan proses penuaan yang bersifat alamiah, sehingga akan sulit untuk dicegah. Namun, perubahan pada kulit bukanlah akhir dari segalanya.

Di usia ini, organ dan sel-sel dalam tubuh akan mengalami perubahan. Inilah yang mendorong terjadinya perubahan tampilan dan kondisi kulit. Menurut dokter spesialis kulit asal London, Dr. Sam Bunting, meski cenderung tak kentara, perubahan-perubahan ini bisa berdampak signifikan.

Meskipun penuaan kulit adalah proses yang alami, ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mempertahankan penampilan dan kesehatan kulit. Namun, sebelum mengetahui metodenya, kita harus lebih dulu mengetahui perubahan apa saja yang terjadi pada kulit.

Simak penjelasan yang telah kumparanWOMAN rangkum berikut ini, Ladies.

1. Kulit terlihat lebih kusam

Menurut dermatolog asal Inggris Dr Catharine Denning, memasuki usia 30 tahun, kulit kita akan terlihat lebih kusam dibandingkan sebelumnya. Ini disebabkan oleh perubahan dan fluktuasi hormon perempuan.

“Perubahan hormon bisa membuat kulit kehilangan kekencangan dan elastisitasnya. Ditambah, kulit juga menjadi lebih kering dan regenerasi sel kulit melambat. Ini menyebabkan kulit wajah terlihat kusam dan dehidrasi,” kata Catharine, dikutip dari Marie Claire.

Apa yang bisa dilakukan? Kita bisa lebih rutin melakukan eksfoliasi dengan metode yang tepat. Penggunaan skin care dengan bahan aktif seperti AHA, BHA, dan retinoid bisa membantu regenerasi kulit, sehingga kulit terlihat lebih bercahaya.

2. Kulit tidak se-plumpy dulu

Dikutip dari Self, produksi protein penting dalam kulit, seperti kolagen dan elastin, berkurang ketika memasuki usia 30 tahun. Akibatnya, kulit tidak terlihat se-plumpy atau sekenyal sebelumnya. Perubahan hormon, termasuk penurunan level estrogen, bisa menyebabkan berkurangnya volume dan massa tulang di tulang pipi dan tulang rahang.

Untuk membantu mempertahankan kulit plumpy, kamu disarankan lebih rutin memakai skin care yang mengandung retinol. Retinol diklaim mampu mendorong produksi kolagen dalam kulit.

3. Kulit lebih kering

Menurut dokter spesialis kulit asal New York City, Melissa Kanchanapoomi Levin, MD., melambatnya regenerasi kulit bisa menyebabkan kulit kering. Regenerasi kulit yang lambat ini mengakibatkan bagian kulit terluar kesulitan mempertahankan kelembapan.

“Produksi senyawa-senyawa dalam kulit yang bisa melembapkan, seperti asam hialuronat, akan melambat dan kerusakan senyawa tersebut justru meningkat,” jelas Melissa, sebagaimana dilansir Self.

Pemakaian moisturizer dengan kandungan yang sangat melembapkan, seperti ceramide dan hyaluronic acid, dapat membantu memberikan kelembapan ekstra pada kulit.

4. Munculnya garis-garis halus

Garis-garis halus atau fine lines adalah salah satu ciri penuaan kulit yang paling prominen. Munculnya garis halus di bagian ujung mata, garis senyum, hingga kening disebabkan oleh penurunan produksi kolagen pada kulit.

“Sejak usia 20-an, kita kehilangan setidaknya satu persen kolagen dan elastin di kulit setiap tahunnya. Namun, di awal 30-an, perubahan ini terlihat lebih jelas. Perubahan bertahap ini bisa berujung pada tampilan garis halus sampai perubahan elastisitas dan pigmentasi,” kata Dr. Catharine.

Untuk menangani perubahan kulit ini, kamu juga bisa memulai regimen skin care yang mengandung garis halus.

5. Bintik hitam lebih prominen

Setelah bertahun-tahun menghabiskan waktu di bawah sinar matahari, kamu akan mulai melihat tanda-tanda sun damage atau kerusakan kulit akibat paparan sinar UV. Kerusakan itu datang dalam bentuk dark spots atau bintik hitam.

Hiperpigmentasi atau pigmentasi berlebih di kulit ini bisa diperburuk oleh perubahan hormon dan paparan sinar UV. Lalu, menurunnya regenerasi kulit juga memperlambat pemulihan noda-noda gelap pada kulit.

Lantas, apa yang bisa dilakukan? Kamu bisa mulai perawatan profesional di klinik atau memakai skin care yang khusus untuk memudarkan hiperpigmentasi.

6. Kulit lebih mudah iritasi

Memasuki usia 30-an, kulit kita cenderung lebih mudah iritasi karena tekstur yang lebih kering. Faktor eksternal berpotensi memperburuk iritasi pada kulit, seperti polusi, produk skin care yang terlalu keras atau tidak cocok di kulit, sampai kandungan pada air yang digunakan untuk mencuci muka.

Yang bisa dilakukan adalah mengaplikasikan skin care yang mampu menenangkan kulit dan cocok untuk kulit sensitif. Kamu juga bisa memilih sabun cuci muka yang lembut dengan kandungan pH rendah.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Buruh Demo Lagi, Pramono: UMP Jakarta Sudah Disepakati Buruh-Pengusaha
• 5 jam laludetik.com
thumb
IHSG Berpotensi Naik Terbatas, Saham ADRO, AMRT, dan TAPG Direkomendasikan
• 15 jam lalukatadata.co.id
thumb
Tito Karnavian Ungkap Kegiatan Belajar Mengajar di Wilayah Bencana, Pulih Total
• 16 jam lalugenpi.co
thumb
Kali Ciliwung Meluap, 17 RT di Jakarta Terendam Banjir
• 3 menit laluidxchannel.com
thumb
Ratas di Hambalang, Prabowo Bahas Pembangunan 10 Kampus Kolaborasi RI dan UK
• 23 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.