Ruang Fiskal Makin Kecil, Purbaya: Salah Langkah Sedikit, Dampaknya Langsung Terasa

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, ke depan pihaknya akan terus berupaya optimal dalam mendorong pertumbuhan pendapatan negara lebih cepat, sambil berhati-hati dalam mengelola ruang fiskal yang makin terbatas.

Karenanya, Dia pun berharap bahwa baik Direktorat Jenderal Pajak (DJP) maupun Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) bisa bekerja secara maksimal, dalam mengumpulkan seluruh potensi cukai dan pajak untuk masuk ke kas negara.

Baca Juga :
Purbaya Lantik 36 Pejabat Lintas Ditjen Hasil Perombakan, 31 Orang dari Bea Cukai
Thomas Djiwandono Pede Jadi Deputi Gubernur BI Meski Tanpa Kapabilitas Moneter

"Ruang fiskal kita terbatas dan harus dikelola dengan hati-hati. Salah langkah sedikit, maka dampaknya akan langsung terasa," kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Photo :
  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Dia pun kembali mengingat momen menegangkan pada detik-detik tutup buku APBN 2025 di akhir Desember lalu, dimana kekhawatiran saat itu adalah defisit yang berpotensi menyentuh batas 3 persen.

Dia menjelaskan, defisit APBN 2025 lebih besar sebagai imbas dari tidak tercapainya target pendapatan negara, sementara belanja negara terus berjalan demi menopang program-program prioritas.

Sehingga, defisit APBN 2025 pun melonjak ke 2,92 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), melampaui asumsi awal yang hanya sebesar 2,53 persen.

"Akibatnya, Pak Prima (Direktur Jenderal Perbendaharaan), Pak Luky (Direktur Jenderal Anggaran) juga enggak bisa tidur sampai jam 12 malam. Kemudian Pak Wamen, Pak Bimo (Direktur Jenderal Pajak) juga, semuanya lah," ujar Purbaya.

Meskipun, hal yang ditakutkan tidak terjadi karena defisit APBN 2025 tercatat sebesar 2,92 persen dari PDB atau senilai Rp 695,1 triliun.

Namun berbeda dengan APBN di tahun 2026 ini, yang menurut Purbaya ruang fiskalnya semakin kecil. Sehingga upaya mendorong penerimaan negara melalui pajak dan bea cukai juga harus terus dioptimalkan.

"Saya pikir tahun lalu enggak begitu ya? Sama, tetapi enggak tegang lewat 3 persen apa enggak. Kalau ini beda, karena fiskal space kita semakin kecil," ujarnya.

Baca Juga :
Begini Respons Istana soal Juda Agung Santer jadi Calon Wamenkeu
Banyak APBN Bocor, Langkah Kejagung Rampas Aset Korupsi Dinilai Sudah Tepat
Soal Ancaman Menkeu Purbaya Bakal 'Di-Noel-kan', Ketua KPK Bilang Begini

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jadwal Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes Tes Medis di Ajax Amsterdam Diungkap Media Belanda
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Astra UD Trucks dan Pertamina Patra Niaga Teken MoU Terkait Penguatan Keandalan Logistik Energi Nasional
• 21 jam laluterkini.id
thumb
Tiga Daerah di Jambi Capai UHC, Raih Penghargaan dalam UHC Awards 2026
• 13 jam lalupantau.com
thumb
4 Fakta Aturan Batik Korpri Terbaru 2026: Jadwal dan Siapa yang Wajib Pakai
• 13 jam lalusuara.com
thumb
Hari Kelima Longsor Cisarua, 27 Korban Hilang Masih Dicari
• 6 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.