Grid.ID - Produk bernama Whip Pink mendadak viral usai kasus kematian selebgram Lula Lahfah. Tak cuma Whip Pink, kini Dinar Candy menyebut pod geter ramai beredar di klub malam.
Meninggalnya selebgram Lula Lahfah membawa cerita baru soal viralnya produk bernama Whip Pink, yang sebelumnya asing di telinga. Produk berwarna merah muda itu menjadi sorotan lantaran kerap disalahgunakan, sehingga menimbulkan efek mabuk atau nge-fly.
Di situs resminya, Whip Pink dijelaskan sebagai produk untuk kebutuhan kuliner. Whip Pink khususnya dipakai dalam pembuatan whipped cream, sebagai pelengkap makanan dan minuman.
Produk ini sejatinya tidak berisi krim, melainkan gas nitrous oxide atau N2O bertekanan, yang juga dikenal dengan sebutan whippets. Gas tersebut berfungsi untuk mendorong krim keluar dari tabung whipped cream dan tidak untuk dihirup.
Namun nyatanya tren yang tersebar di sosial media, N2O atau nitrous oxide dihirup langsung atau dipindahkan ke dalam sebuah balon sebagai inhalan. Tujuannya untuk mencari sensasi tertentu seperti efek ‘high’ atau nge-fly dan kerap menimbulkan sensasi perubahan fisiologis pada tubuh atau poppers.
Belum selesai soal viralnya Whip Pink, Dinar Candy membocorkan kalau ia pernah ditawari hal serupa saat bekerja. Dinar mengaku sempat ‘disuguhi’ balon oleh pengunjung klub malam ketika nge-DJ.
Menurut Dinar, ada sebuah balon yang ‘diterbangkan’ ke arahnya. Namun, menurut Dinar, lantaran ia tak paham apa maksudnya, ia memukul balik balon itu ke arah penonton.
“Aku pernah dikasih balon pas nge-DJ di Jakarta, kalau yang ‘tau’, itu balonnya ditangkap terus dihirup, tapi aku balikin ke penonton,” kata Dinar Candy.
“Aku diketawain sama waiternya, sama salah satu penonton diambil, lumayan ambil daripada beli,” kata Dinar saat jadi bintang tamu acara Pagi Pagi Ambyar Trans TV, Rabu (28/1/2026).
Tak hanya urusan balon, Dinar Candy juga mengaku pernah ditawari untuk menghisap vape yang isinya disebut-sebut bisa membuatnya ‘melayang’. Dikatakan Dinar, hal itu lazim disebut sebagai ‘pod geter’.
Meski tak tau kandungan apa yang ada di dalamnya, Dinar menyebut jika efek yang ditimbulkan pasca menghisap pod geter itu bisa membuat orang mabuk. Hal itu Dinar ketahui langsung dari salah satu DJ perempuan yang juga bekerja bersamanya.
“Ditawarin (pod geter) di tiga kota, klub berbeda, bikin nge-fly katanya. Setelah aku tanya itu pod geter apa, ternyata dalamnya sudah diracik, liquidnya sudah dicampur,” kata Dinar.
“Itu seperti pod biasa, tapi kalau kita gak teliti, main sedot aja, kita bisa ketipu. Ada yang bawa di klub tapi bukan dijual di klub, bawa dari luar,” katanya. (*)
Artikel Asli
/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F28%2F74227036f50481e89b3656a117f7a801-dcd8a7b8_f6ce_4acb_b9be_e6172163740b.jpeg)

.jpg)
